Warga Bojonegoro Memblokir Akses Masuk ke Pengeboran PetroChina

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petrochina. TEMPO/Ayu Ambong

    Petrochina. TEMPO/Ayu Ambong

    TEMPO.CO, Bojonegoro - Akses  masuk ke lokasi pengeboran Join Operating Body Pertamina-PetroChina East Java (JOB-PPEJ) di Desa Ngampel, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro diblokade warga. Alasannya, lokasi pengeboran yang digunakan JOB-PPEJ milik tanah kas Desa Ngampel sudah habis masa kontraknya terhitung 21 Juni 2017.

    Warga  juga memasang beberapa spanduk di sekitar lokasi pengeboran JOB-PPEJ. Di antaranya bertuliskan, “Sesuai hasil musyawarah Pemerintah Desa Ngampel, Kecamatan Kapas pada Tanggal 14 Juni 2017, sewa tanah kas desa yang digunakan akses jalan masuk lokasi Pad B, mulai tanggal 21 Juni 2017 tidak diperpanjang lagi”. 

    Baca: Protes Sumur PetroChina, Warga: Kami Hanya Dapat Bau Busuk

    Tulisan lainnya berbunyi, “Wong Cilik Butuh Gawe. Desa Ngampel  salah satu penyumbang devisa negara dari sumber minyak dan gas. Tetapi pengangguran, kemiskinan dan kesejahteraan warganya siapa yang harus bertanggung jawab”.

    Di akses pintu masuk, warga memasang terop tepat pertigaan jalan menuju pengeboran. Aksi penutupan jalan itu sesuai dengan musyawarah Desa Ngampel yang membahas soal Sewa Tanah Desa untuk Akses Jalan Masuk ke JOB-PPEJ, tertanggal 14 Juni 2017.

    Dari hasil rapat, warga Ngampel setuju tanah kas desa yang disewa seluas 2031 meter persegi tidak diperpanjang. “Ya, itu (penutupan jalan) hasil musyawarah warga,” ujar Kepala Desa Ngampel Pujianto saat ditemui di rumahnya.

    Simak: Pipa Minyak PetroChina di Lepas Pantai Tuban Kembali Bocor

    Ada belasan warga yang hilir mudik berada di pintu masuk pengeboran JOB-PPEJ. Sempat ada aparat keamanan dari pihak perusahaan pengeboran yang mencoba berbicara dengan warga. Namun mereka meninggalkan lokasi lagi.

    Akibat penutupan jalan masuk ini sejumlah kendaraan besar hanya parkir di sekitar lokasi pengeboran. Sebagian juga parkir di sebelah kiri lokasi pengeboran. Hingga pukul 12.30 tidak ada aparat keamanan yang berjaga di pengeboran asset pemerintah ini.

    Lihat: PetroChina Akan Sedot Minyak di Bawah Alun-Alun Bojonegoro 

    Juru Bicara Polres Bojonegoro Ajun Komisaris Polisi Mashadi mengatakan polisi belum menerima laporan terkait penutupan akses jalan di areal pengeboran Sumur Sukowati B. “Belum ada laporan masuk,” ujarnya saat dihubungi Tempo.

    Sedangkan Juru Bicara JOB-PPEJ di Bojonegoro, Akbar Pradima, tidak bisa dihubungi. Beberapa kali teleponnnya tidak diangkat meski dalam keadaan aktif.

    SUJATMIKO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Mengering di Sana-sini

    Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika mengeluarkan peringatan dini bahaya kekeringan untuk wilayah Provinsi Banten dan Provinsi DKI Jakarta.