Cerita Jokowi dan Pramono Berseloroh Soal Berat Paket Sembako  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Jokowi merayakan ulang tahunnya dengan membagikan paket sembako di Kampung Ciawi, Bogor, 21 Juni 2017. TEMPO/Istman

    Presiden Jokowi merayakan ulang tahunnya dengan membagikan paket sembako di Kampung Ciawi, Bogor, 21 Juni 2017. TEMPO/Istman

    TEMPO.COBogor - Ada seloroh yang terlontar saat Presiden Jokowi membagikan ribuan paket sembako di Kampung Ciawi, Bogor, dan di Desa Caringin, Bogor. Di sana, pria yang hari ini berulang tahun ke-56 tersebut membagikan masing-masing 3.000 paket sembako.

    Isi paket yang dibagikan di Caringin sama dengan yang ada di Ciawi. Beberapa di antaranya beras 5 kilogram, minyak 1 kilogram, gula 1 kilogram, dan 25 kotak teh. Lebih-kurang berat total satu paket sembako nyaris menyentuh angka 10 kilogram. 

    Baca: Presiden Jokowi Hari Ini Berulang Tahun dengan Kunjungan Kerja

    Presiden Joko Widodo dan Sekretaris Kabinet Pramono Anung pun bercanda perihal berat paket sembako yang mereka bagi-bagikan itu. Menurut keduanya, membagikan paket seberat nyaris 10 kilogram ke para warga sudah seperti melakukan olahraga angkat barbel.

    "Ini sudah seperti angkat barbel ya, Pak," ujar Pramono sambil ikut membagikan paket-paket sembako. Presiden Joko Widodo pun menjawab, "Wah iya, sambil puasa-puasa gini, he-he-he."

    Simak pula: Ketika Jokowi Bingung Mencari Materi Kuis Bagi-bagi Sepeda

    Sama dengan yang di Ciawi, warga di Caringin pun antusias mengikuti pembagian sembako ini. Saking antusiasnya, Paspampres sempat kewalahan mengatur warga yang ingin cepat-cepat mendapat sembako dari Jokowi. 


    Seusai dari wilayah Caringin, Presiden Jokowi melanjutkan perjalanannya ke ruas jalan tol Bocimi (Bogor, Ciawi, Sukabumi) Seksi 1 Ciawi-Cigombong. Di sana dia meninjau pelaksanaan proyek jalan tol. 

    ISTMAN M.P.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal Penting di Rengasdengklok Sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945

    Satu hari sebelum teks Proklamasi dibacakan, ada peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Kejadian itu dikenal sebagai Peristiwa Rengasdengklok.