Potensi Arus Mudik Besar, ASDP Ternate Tambah Jadwal Penyeberangan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wisatawan bermain air di dekat bangkai kapal barang peninggalan Jepang yang karam diperairan Pantai Malifut, Halmahera Utara, Maluku Utara, 11 Desember 2015. Pemandangan kapal karam ini pun menjadi daya tarik tersendiri bagi warga dan wisatawan. TEMPO/Aditya Herlambang Putra

    Wisatawan bermain air di dekat bangkai kapal barang peninggalan Jepang yang karam diperairan Pantai Malifut, Halmahera Utara, Maluku Utara, 11 Desember 2015. Pemandangan kapal karam ini pun menjadi daya tarik tersendiri bagi warga dan wisatawan. TEMPO/Aditya Herlambang Putra

    TEMPO.COTernate - Mengantisipasi lonjakan penumpang pada arus mudik 2017, Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) Ternate, Maluku Utara, menambah frekuensi penyeberangan antarpulau. 

    Manajer Usaha PT ASDP Ternate Ali Tamhir mengatakan keputusan penambahan jumlah frekuensi penyeberangan antarpulau diambil lantaran volume penumpang mendekati Idul Fitri di Maluku Utara selalu mengalami peningkatan setiap tahunnya. 
    Baca: Jalur Mudik Rusak, Tol Brebes-Batang Ditutup 10 Jam

    Setidaknya ada tiga lintasan yang selalu mengalami lonjakan penumpang saat mudik atau balik Lebaran, yaitu lintasan Bastiong-Rum, Bastiong-Sofifi, dan Bastiong-Sidangoli.

    “Karena itu, saat ini kami menyediakan tujuh kapal feri untuk menghadapi lonjakan penumpang saat mudik Lebaran, dan itu kami sudah lakukan 7 hari sebelum Lebaran,” kata Ali kepada Tempo, Rabu, 21 Juni 2017.

    Ali mengatakan, untuk tiga lintasan yang selalu mengalami lonjakan penumpang saat mudik Lebaran, pihaknya menambah frekuensi trip penyeberangan kapal feri hingga 50 persen. Jalur Bastiong-Rum, misalnya, dari sebelumnya hanya lima trip sehari, saat ini ditambah menjadi 10 trip sehari. Jalur Bastiong-Sofifi dari sebelumnya tiga trip sehari menjadi lima trip.

    "Tapi untuk jalur Bastiong-Rum penambahan frekuensinya akan dilakukan pada hari H Lebaran dan sehari telah Lebaran,” ujar Ali. 

    Simak pula: Arus Mudik 2017, Ada 50 Titik Rawan Kecelakaan di Sumatera Barat

    Burhan Mansur, Kepala Dinas Perhubungan Maluku Utara, mengatakan empat hari sebelum Lebaran, kondisi arus mudik di Maluku Utara masih belum mengalami lonjakan. Aktivitas penyeberangan antarprovinsi pun relatif normal.

    “Hanya arus mudik 2017 antarpulau di Maluku Utara yang sudah meningkat, tapi kondisinya masih dapat diatasi,” kata Burhan sembari menambahkan di Maluku Utara baru ada sekitar 15 lintasan yang dilayani kapal feri.

    BUDHY NURGIANTO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polusi Udara Pembunuh Diam-diam

    Perubahan iklim dan pencemaran udara menyebabkan lebih dari 12,6 juta kematian per tahun. Jumlah korban jiwa ini belum pernah terjadi sebelumnya.