69 Hari Kasus Novel Baswedan, Tito: Ada Bukti Jenderal Terlibat?  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penyerangan Novel Baswedan

    Penyerangan Novel Baswedan

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Kepolisian RI Jenderal Tito Karnavian akan mengirim timnya ke Singapura untuk menanyakan langsung kepada penyidik utama Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan, tentang pernyataannya yang mencurigai keterlibatan polisi dalam penyerangan terhadap dirinya.

    “Kami tanggapi ini tidak over reactive. Kami akan berusaha mengirim tim secepat mungkin untuk menanyakan kepada Novel Baswedan apakah itu fakta yang ada bukti atau isu kecurigaan,” katanya di gedung KPK, Senin, 19 Juni 2017.

    Baca juga:
    IPW: Usut Keterlibatan Jenderal dalam Kasus Novel Baswedan

    Usut Penyerangan Novel, Kapolri Tawarkan Kerja Sama ke KPK

    Pernyataan Novel tersebut disampaikan dalam sesi wawancara dengan time.com, yang dipublikasikan pada Selasa pekan lalu. Novel mengatakan telah menerima informasi adanya keterlibatan seorang jenderal polisi yang terlibat dalam kasus ini. "Awalnya, saya mengira informasi itu salah. Tapi, setelah dua bulan dan kasus itu belum juga selesai, saya mengatakan (kepada pemberi informasi tersebut) sepertinya informasi itu benar," ujarnya.

    Tito belum bisa memastikan kapan tim Polri berangkat ke Singapura. Rencana pemeriksaan, kata dia, tergantung kesiapan Novel dan KPK. Tito berharap Ketua KPK Agus Rahardjo dapat mendampingi tim kepolisian saat bertemu dengan Novel.

    Baca pula:
    Novel Sebut Jenderal Terlibat, Wakapolri: Jangan Berandai-andai
    Tito Akan Kirim Tim ke Singapura Terkait Pernyataan Novel

    Dia memastikan akan melakukan tindakan hukum jika benar ada polisi yang terlibat. “Tapi, kalau hanya isu, saya selaku pemimpin Polri menyayangkan karena berakibat buruk pada citra institusi kepolisian dan menimbulkan situasi kurang baik antara Polri dan KPK," ucapnya.

    Agus pun memastikan akan memenuhi permintaan Polri. Namun, menurut dia, pemeriksaan tersebut harus seizin tim dokter yang merawat Novel Baswedan. Sebab, pemeriksaan bisa juga mempengaruhi upaya penyembuhan mata Novel. “Nanti, kalau mau datang ke Singapura, kami akan berkoordinasi dengan dokternya. Untuk menenangkan saudara Novel, saya tawarkan saya yang mendampingi tim,” tuturnya.

    FRISKI RIANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    RAPBN 2020, Ada 20 Persen untuk Pendidikan, 5 untuk Pendidikan

    Dalam RAPBN 2020, pembangunan Indonesia akan difokuskan pada peningkatan kualitas sumber daya manusia. Berikut besaran dan sasaran yang ingin dicapai.