Anak Eks Gubernur Maluku Utara Sudah 6 Bulan Jadi Buronan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala Bappeda Maluku Utara Vaya Amelia (tengah). kejati-malut.go.id

    Kepala Bappeda Maluku Utara Vaya Amelia (tengah). kejati-malut.go.id

    TEMPO.CO, Ternate - Kejaksaan Negeri Ternate mengaku kesulitan memburu buronan terpidana kasus korupsi Anggaran Rancangan Tata Ruang Wilayah (RTRW), Vaya Amelia Armaiyn yang juga merupakan anak mantan Gubernur Maluku Utara.

    Andi Muldani Fajrin, Kepala Kejaksaan Negeri Ternate mengatakan, sejak ditetapkan sebagai buronan, pihaknya belum berhasil mendeteksi dan mengetahui posisi terpidana kasus korupsi Anggaran Rancangan Tata Ruang Wilayah (RTRW) tersebut. Pihaknnya bahkan kesulitan mencari informasi yang bersangkutan lantaran pihak keluarga tak membuka diri untuk berkomunikasi dengan pihak Kejaksaaan.

    Baca juga:
    Putri Mantan Gubernur Maluku Utara Masuk DPO Kejaksaan

    “Kami sudah tongkrongi rumahnya, dan mencari tahu keberadaannya di Jogja dan Jakarta, tapi memang tim kami belum berhasil menemukannya. Dan saat ini kami masih terus mencari,” kata Andi saat ditemui Tempo, Senin, 19 Juni 2017.

    Menurut Andi, putri mantan gubernur Maluku Utara ini ditetapkan masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) sejak Desember 2016. Dan pihak kejaksaaan sudah menyebarkan lembaran Daftar Pencarian Orang ke seluruh kejaksaan di Indonesia. Pihaknya juga meminta bantuan Kepolisian untuk mencari, keberadaan pelaku dan menangkapnya. Permintaan itu bahkan sudah sampaikan melalui surat tanggal 12 Januari 2017.

    “Jadi kami berharap yang bersangkutan segera menyerahkan diri. Percuma saja melarikan diri, karena cepat atau lambat tetap akan kami tangkap,” ujarnya

    Vaya Armaiyn ditetapkan sebagai buronan masuk dalam DPO karena dianggap tidak kooperatif setelah pihak kejaksaan mendapatkan putusan kasasi dari Mahkamah Agung Nomor: 741/K/Pid.sus/2016, tertanggal 26 Oktober 2016 yang menambah hukuman dari sebelumnya 3 tahun menjadi 6 tahun penjara. Dalam kasus ini negara dirugikan sebesar Rp 2,4 milyar akibat penyusunan Rancangan Tata Ruang dan Wilayah (RT/RW) tahun 2007-2027) saat yang bersangkutan menjabat kepala Badan Perencanaan Pembangunan (Bappeda) Provinsi Maluku Utara.

    Saat Tempo menyambangi kediamannya di Komplek BTN Kelurahaan Marikrubu, Kecamatan Ternate Tengah, Kota Ternate tak terlihat satu penghuni rumah yang keluar. Kondisi yang sama terjadi di Kediamannya di Kelurahaan Takoma Ternate. Hanya ada seorang penjaga keamanan. “Tuan rumah tidak dirumah,” katanya, sembari menutup pintu pagar.

    BUDHY NURGIANTO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Krakatau Steel di 7 BUMN yang Merugi Walaupun Disuntik Modal

    Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyoroti 7 BUMN yang tetap merugi walaupun sudah disuntik modal negara.