Mudik Lebaran, Polda Sumatera Barat Turunkan 3.268 Personel

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dua polisi memeriksa senjata saat apel siaga

    Dua polisi memeriksa senjata saat apel siaga "Operasi Ramadhania 2016" di Ungaran, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, 30 Juni 2016. Kepolisian Resor (Polres) Semarang mengerahkan 520 anggotanya dalam operasi yang digelar untuk pengamanan menyambut Lebaran 2016, termasuk arus mudik dan arus balik. ANTARA FOTO

    TEMPO.CO, Padang - Kepolisian Daerah Sumatera Barat menurunkan 3.268 personel untuk mengamankan arus mudik dan balik Lebaran 2017. Personel kepolisian disiagakan dalam operasi Ramadniya 2017 yang dimulai sejak Senin 19 Juni 2017.

    "Ini merupakan kegiatan sosial kemasyarakatan dalam rangka menghadapi Idul Fitri," ujar Kepala Polda Sumatera Barat Inspektur Jenderal Fakhrizal usai apel operasi Ramadniya 2017 di RTH Imam Bonjol Padang, Senin 19 Juni 2017.

    Personel yang dilibatkan itu berasal dari 262 Polda dan 3.006 Polres di wilayah Sumatera Barat. Mereka akan siaga di 63 pos pengamanan.

    Baca: Mudik 2017, Tol Palindra Bisa Dilalui Usai Ambles Sejauh 30 Meter

    Pos pengamanan berada di 19 kabupaten dan kota, Sumatera Barat. Di antaranya, Di Kota Padanga da Pos Pengamanan, Pesisisr Selatan (4), Bukittinggi (5), Payakumbuh (2), Limapuluh Kota (2), Agam (4), Pasaman (1), Pasaman Barat (3), Dharmasraya (4), Sijunjung (1), Sawahlunto (1), Pariaman (2), Padang Pariaman (4), Solok (3), Kota Solok (2), Solok Selatan (4), Tanah Datar (1), Padang Panjang (4) dan Kepulauan Mentawai (6).

    "Kami fokus untuk kelancaran lalu lintas selama arus mudik dan balik Lebaran," ujarnya.

    Polda memprioritaskan sejumlah titik pengamanan, seperti jalur macet akibat pasar tumpah dan parkir di badan jalan. Ada empat jalur macet yang dipetakan Polda Sumatera Barat, yakni jalur Padang-Bukit Putus-Bungus-Padanan, Padang-Solok-Sawahlunto, Padang-Padang Panjang-Singkarak dan Padang-Bukittinggi-Payakumbuh.

    Baca: Puncak Arus Mudik di Sumatera Barat Diperkirakan Mulai 22 Juni

    Pengamanan juga diprioritaskan di lokasi rawan bencana alam. Di antaranya, jalan Padang-Solok, tepatnya di kilometer 28 dan di jalan umum Bukit Tambun Tulang Malibo Anai. Kemudian di jalan Raya Bukik Pulai kilometer 12 Pesisir Selatan dan di Kelok 44 Maninjau, Kabupaten Agam.

    Kepolisian juga memprioritaskan pengamanan di terminal, stasiun, bandara, SPBU, rumah sakit, puskesmas, pasar tumpah. Begitu juga dengan pemukiman penduduk, industri, dan jalanan umum.

    "Kami juga meminta warga yang mudik dengan meninggalkan rumahnya untuk melapor ke kepolisian," ujarnya.

    Baca: Sediakan 65 Bus, PO NPM Layani Mudik ke Sumbar

    Fakhrizal mengatakan, situasi keamanan, ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Sumatera Barat cukup kondusif. Malah, terjadi penurunan kasus kamtibnas di daerah ini.

    Direktur Direktorat Lalu Lintas Polda Sumatera Barat Kombes Pol Budi Prasetyo mengatakan kepadatan lalu lintas di Sumatera Barat terjadi pada H+2 hingga H+4. Para pemudik memadati lokasi wisata.

    "Biasanya, kepadatan terjadi di jalur menuju kawasan wisata," ujarnya Senin 19 Juni 2017.

    ANDRI EL FARUQI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    WhatsApp Pay akan Meluncurkan E - Payment, Susul GoPay dan Ovo

    WhatsApp akan meluncurkan e-payment akhir tahun 2019 di India. Berikutnya, WhatsApp Pay akan melebarkan layanannya ke Indonesia.