Menantu Pasang Jerat Babi, Ibu Mertua Meninggal Karenanya

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi tewas/meninggal/mayat. Shutterstock

    Ilustrasi tewas/meninggal/mayat. Shutterstock

    TEMPO.CO, Kendari - Suasana duka masih menyelimuti keluarga almarhumah Yohana, 53 tahun, warga Desa Kapulano, Kecamatan Motui, Konawe Utara, Sulawesi Tenggara. Yohana  meninggal akibat jeratan babi hutan yang dipasang Hasbi, 40 tahun, menantunya sendiri.

    Peristiwa nahas ini terjasi saat sang menantu memasang kawat yang telah dialiri listrik di sepanjang sawah miliknya untuk menjerat babi hutan. Namun malang , Yohana meregang nyawa. Atas kelalaiannya itu, Hasbi (40) kini harus mendekam dibalik jeruji besi Kepolisian Sektor (Polsek) Sawa, karena kelalaiannya menyebabkan orang lain meninggal dunia.

    Baca juga:

    Ironis, Pemburu Ini Tewas Tertimpa Gajah yang Ditembaknya

    Kanit Reskrim Polsek Sawa Bripka Hendra yang dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut. Menurutnya, pelaku memasang jerat menggunakan aliran listrik di sepanjang pematang sawah karena padi miliknya sering menjadi sasaran babi hutan. Setiap petang sekitar pukul 19.00 Wita, pelaku menyak  di sepanjang pematang sawahnya. Namun, naas pada Jumat dini hari sekitar pukul 05.53 Wita korban pamit hendak mencari sayur di sekitar pematang sawah.

    "Sudah setengah jam korban belum pulang, pelaku kemudian menyusulnya untuk mengecek. Dia cek ternyata mertuanya sudah terbaring kaku dengan tumit kaki kanannya menyentuh kabel yang dia pasang," kata Bripka Hendra, Sabtu, 17 Juni 2017.

    Baca pula:

    Saat Memberi Kultum, Anggota Kepolisian Sektor Serpong Meninggal

    "Menurut pelaku kabelnya dia sudah cabut stromnya, sehingga dia kembali cek pegang itu kawat ternyata tangannya kena strom pula," lanjutnya.

    Saat ini, pelaku telah diamankan di sel tahanan Polsek Sawa dan diancam dengan pasal 359 KUHP karena dianggap lalai sehingga mengakibatkan korban meninggal. Akibatnya, Hasbi diancam hukuman maksimal lima tahun penjara.

    ROSNIAWANTY FIKRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polusi Udara Pembunuh Diam-diam

    Perubahan iklim dan pencemaran udara menyebabkan lebih dari 12,6 juta kematian per tahun. Jumlah korban jiwa ini belum pernah terjadi sebelumnya.