Wartawan Senior Yuyuk Sugarman Meninggal Dunia

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Yuyuk Sugarman (dok. pribadi)

    Yuyuk Sugarman (dok. pribadi)

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Kabar duka dari kalangan jurnalis di Daerah Istimewa Yogyakarta, mantan wartawan majalah Tempo Yuyuk Sugarman meninggal dunia, Sabtu, 17 Juni 2017 sekitar pukul 20.45 WIB.

    Pria berusia 58 tahun itu sebelumnya masih melakukan liputan seperti biasa. Ia setelah malang-melintang di dunia jurnalistik, terakhir bergabung dengan Sinar Harapan. "Tidak ada tanda-tanda sakit, sebelumnya juga liputan lukisan mural di Stadion Keidosono, Yogyakarta," kata Fuska Sani Evani, istri Yuyuk, Sabtu malam, 17 Juni 2017.

    Pakde Yuyuk, panggilan akrabnya itu, meninggal dunia di Rumah Sakit Holistika Medika, Wedomartani, Ngemplak, Sleman. Diduga ia mengalami penyakit jantung. Sempat dirawat di rumah sakit itu selama dua jam. Namun tiba-tiba muntah dan beberapa saat kemudian menghembuskan napas terakhir.

    Ia bergabung dengan Majalah Tempo sejak 1980 an. Ia kemudian bergabung dengan majalah Editor, setelah itu menjadi kepala liputan di majalah DR.

    Pakde Yuyuk ini dikenal di kalangan wartawan dan masyarakat tempat tinggalnya di Wedomartani sebagai penggagas Festival Gerobak Sapi dan mengkoordinir para bajingan (kusir gerobak sapi).

    Ia pernah bercerita soal liputan bom di candi Borobudur pada 1985. Ia adalah warta pertama yang bisa masuk ke lokasi pengeboman di dalam candi.


    Hasil jepretan Yuyuk Sugarman, Candi Borobudur yang dibom kelompok Komando Jihad pada 1981. (Tempo/Yuyuk Sugarman)

    "Dulu tidak seperti sekarang yang dengan mudah dapat informasi dan cepat mengirim berita. Dulu kamera masih pakai film, mengetik masih pakai mesin ketik," kata Pakde Yuyuk beberapa minggu lalu.

    Jenazah disemayamkan di rumah duka di rumah keluarga di Jalan Menur nomor 6 Baciro, Kota Yogyakarta. Rencananya akan dimakamkan di pemakaman umum di Seyegan, Sleman, Minggu, 18 Juni 2017 pukul 13.00 WIB.

    Wartawan senior ini juga dikenal dekat dengan para seniman di Yogyakarta. Para seniman berdatangan ke rumah sakit itu setelah mendengar kabar meninggalnnya.

    "Wah, bung, kita kehilangan teman pisuh-pisuhan, teman bercanda, teman gojek kere," kata Bambang Heras, salah satu seniman lukis Yogyakarta.

    MUH SYAIFULLAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Akar Bajakah Tunggal, Ramuan Suku Dayak Diklaim Bisa Obati Kanker

    Tiga siswa SMAN 2 Palangka Raya melakukan penelitian yang menemukan khasiat akar bajakah tunggal. Dalam penelitian, senyawa bajakah bisa obati kanker.