Kabareskrim Optimistis Polda Metro Mampu Mengungkap Kasus Novel  

Reporter

Kepala Badan Reserse Kriminal Polri Komisaris Jenderal Ari Dono Sukmanto (tengah) berbicara kepada wartawan usai acara buka puasa bersama di kantornya, Jakarta Pusat, 13 Juni 2017. Tempo/Rezki Alvionitasari.

TEMPO.CO, Jakarta  - Kepala Badan Reserse Kriminal Polri Komisaris Jenderal Ari Dono Sukmanto menilai Polda Metro Jaya masih mampu mengungkap kasus penyiraman air keras terhadap penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi Novel Baswedan. Sehingga, menurutnya, kasus itu tak perlu dilimpahkan ke Mabes Polri.

Sebab, kata Ari Dono, penyelesaian kasus tersebut  juga dibantu oleh banyak pihak, termasuk  Mabes Polri. "Tidak perlu (ditarik) dalam artian bukan ditangani Polda sendiri, tapi Polda kan yang sudah sejak awal menangani. Kami tinggal tambah beberapa penyidik," ujar Ari di kompleks PTIK, Jakarta, Sabtu, 17 Juni 2017.

Baca: 61 Hari Kasus Novel Baswedan, Ini Harapan KPK dan ICW

Tekait dengan proses pengungkapan kasus yang dianggap lama, Ari Dono menyakan bahwa tidak semua kasus bisa dselesaikan dengan cepat. Menurut dia, setiap kasus memiliki tingkat kesulitan yang berbeda.

Dalam kasus Novel, ujar Ari Dono, ada banyak kelemahan, seperti saksi mata di lokasi kejadian. "Saksi kan seperti bukti. Saksi saat yang melihat itu, kan," kata Ari.

Ditanya soal pernyataan Novel yang menyebut bahwa ada keterlibatan jenderal polisi, Ari Dono menanggapinya santai.  Ia mengatakan bahwa sejauh ini  polisi selalu berkoordinasi dengan KPK.

Simak: IPW: Usut Keterlibatan Jenderal dalam Kasus Novel Baswedan

Ari Dono berharap bisa segera memeriksa Novel agar  mendapatkan klarifikasi langsung terkait pernyataannya itu. "Nanti kami tanya sama Novel," ujarnya.

Sebelumnya, Novel Baswedan disiram air keras oleh dua orang tak dikenal di depan rumahnya saat perjalanan pulang dari masjid usai salat subuh. Setelah dua bulan kasus ini deselidiki, polisi belum menemukan pelakunya.

Lihat: Polri Mengingatkan Novel Baswedan agar Berhati-hati Menyebut Nama

Polisi sempat memeriksa tiga orang yang dicurgai karea kerap berkeliaran dan mengamati rumah Novel beberapa hari seelum kejadian. Namun, polisi memastikan mereka bukan pelakunya karena memiiki alibi yang kuat.

Beberapa waktu lalu, dalam sebuah wawancara dengan majalah Times, Novel Baswedan  menyebutkan adanya dugaan jenderal polisi yang terlibat dalam kasusnya. Hal itu ia duga sebagai alasan mengapa kasus ini tak kunjung terungkap.

INGE KLARA SAFITRI

Video Terkait:
KPK dan Kepolisian Sepakat Kerjasama Usut Kasus Penyerangan Novel Baswedan








KPK Ajukan Kasasi Atas Vonis Dodi Reza Alex Noerdin

1 jam lalu

KPK Ajukan Kasasi Atas Vonis Dodi Reza Alex Noerdin

Dodi Reza Alex divonis 6 tahun penjara. Pengadilan Tinggi Sumatera Selatan kemudian mengurangi hukuman itu menjadi 4 tahun saja.


KPK Cegah Eks Anggota DPR Chandra Tirta Wijaya ke Luar Negeri

7 jam lalu

KPK Cegah Eks Anggota DPR Chandra Tirta Wijaya ke Luar Negeri

KPK menduga ada anggota DPR periode 2009-2014 dan pihak lainnya yang menerima suap Rp 100 miliar.


KPK Panggil Istri dan Anak Gubernur Papua Lukas Enembe

8 jam lalu

KPK Panggil Istri dan Anak Gubernur Papua Lukas Enembe

KPK telah menetapkan Lukas Enembe sebagai tersangka kasus dugaan suap dan gratifikasi.


KPK Cegah 2 Orang di Kasus Korupsi Garuda Indonesia

10 jam lalu

KPK Cegah 2 Orang di Kasus Korupsi Garuda Indonesia

KPK mencegah 2 orang dalam kasus korupsi Garuda Indonesia. Kasus yang pernah menyeret Emirsyah Satar ke balik jeruji.


KPK Panggil Istri dan Anak Lukas Enembe

11 jam lalu

KPK Panggil Istri dan Anak Lukas Enembe

Istri dan anak Lukas Enembe dipanggil sebagai saksi dalam kasus dugaan gratifikasi kepada Gubernur Papua itu.


KPK Tahan Tersangka ke-8 di Kasus Suap Hakim Agung Sudrajad Dimyati

1 hari lalu

KPK Tahan Tersangka ke-8 di Kasus Suap Hakim Agung Sudrajad Dimyati

KPK menahan tersangka kedelapan dalam kasus suap pengurusan perkara yang menyeret hakim agung nonaktif Sudrajad Dimyati.


KPK Periksa Pilot dan Direktur RDG di Kasus Lukas Enembe

1 hari lalu

KPK Periksa Pilot dan Direktur RDG di Kasus Lukas Enembe

KPK belum berhasil memeriksa Lukas Enembe. Lukas beralasan sakit.


Periksa Pramugari, KPK Telisik Private Jet Lukas Enembe

1 hari lalu

Periksa Pramugari, KPK Telisik Private Jet Lukas Enembe

KPK memeriksa seorang pramugari RDG Airlines Tamara Anggraeny di kasus dugaan korupsi Gubernur Papua Lukas Enembe pada Senin, 3 Oktober 2022


Politikus PDIP Kritik Deklarasi Capres Anies oleh NasDem, Sebut Intervensi ke KPK

1 hari lalu

Politikus PDIP Kritik Deklarasi Capres Anies oleh NasDem, Sebut Intervensi ke KPK

"Saat ini posisi Gubernur Anies masih dalam proses pemeriksaan di KPK," kata politikus PDIP Gilbert Simanjuntak


Tokoh Adat Minta MRP dan DPR Papua Bantu KPK untuk Bisa Periksa Lukas Enembe

1 hari lalu

Tokoh Adat Minta MRP dan DPR Papua Bantu KPK untuk Bisa Periksa Lukas Enembe

Tokoh Adat minta MRP dan DPR Papua melakukan pendekatan dengan tetua adat dari gunung agar pemeriksaan Lukas Enembe bisa segera dilakukan oleh KPK.