Gaji Buruh Pabrik Baju Merek Ivanka Trump di Subang Setara 4 Baju

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Putri Presiden AS Donald Trump, Ivanka Trump saat menjadi pembicara dalam KTT W20 di Berlin, Jerman, 25 April 2017. KTT W20 kali ini mengangkat tema

    Putri Presiden AS Donald Trump, Ivanka Trump saat menjadi pembicara dalam KTT W20 di Berlin, Jerman, 25 April 2017. KTT W20 kali ini mengangkat tema "Wanita yang Menginspirasi: Meningkatkan Kewiraswastaan Wanita". REUTERS

    TEMPO.CO, Subang - Ribuan buruh PT Buma Apparel Industry (BAI), yang memproduksi fesyen berlabel Ivanka Trump (anak Presiden Amerika Donald Trump), di Desa Kaliangsanga, Kecamatan Purwadadi, Subang, Jawa Barat, ternyata gajinya setara dengan harga 4 baju merek Ivanka Trump.

    Sesuai Upah Minimum Kabupaten Subang Tahun 2017, seorang karyawan pabrik garmen termasuk BAI digaji Rp 2,3 juta per bulan. Ada pun harga sepotong baju Ivanka Trump paling murah dibanderol 59 dolar Amerika Serikat setara Rp 767 ribu (kurs Rp 13 ribu per dolar AS) dan yang termahal 124 dolar AS setara Rp 1,6 juta per potong.

    Baca juga: Pabrik Fesyen Label Ivanka Trump di Subang Bantah Berita Guardian

    Dengan penghasilan Rp 2,3 juta per bulan, para karyawan pembuat baju merek Ivanka yang dipesan melalui buyer G-III tersebut harus hidup kelewat sederhana. "Ya, tiap bulan terpaksa harus gali lubang tutup lubang," kata Ketua Serikat Buruh Buma Apparel Industry, Saleh, kepada Tempo, Jumat, 16 Juni 2017.

    Saleh mengungkapkan, pengeluaran yang paling besar yang dialami para karyawan pabrik adalah uang kontrakan Rp 400 ribu per bulan, uang makan Rp 900 ribu (@ Rp 30 ribu per hari), biaya transformasi Rp 390 riibu per bulan (@ Rp 15 ribu per hari X 26 hari kerja) dan biaya anak sekolah Rp 390 ribu per bulan (@Rp 15 ribu per hari X 26 hari kerja). "Itu belum termasuk biaya dapur dan beli pakaian keluarga," ucap Saleh.

    Ia mengungkapkan, mestinya karyawan BAI hidup sejahtera dengan upah yang sesuai Kebutuhan Hidup Layak buruh garmen yakni Rp 3,5 juta per bulan bukan sesuai UMK seperti sekarang.  Sebab, arus kas perusahaan untuk membayar gaji buruh sesuai KHL itu sangat memadai.

    Adapun perwakilan Human Resources Development PT Buma Apparel Industry, Ikram Martajumda, mengatakan pabriknya hanya memproduksi fesyen label Ivanka Trump pada 2016. "Sekarang mah sudah off," kata Ikram pada Kamis lalu.

    Ikram juga menepis ihwal tudingan upah buruh murah di perusahaannya. Sebab, standar pengupasan di pabriknya sama dengan perusahaan lainnya yakni mengikuti aturan Upah Minimum Kabupaten (UMK). "Karena UMK di Subang tahun ini ditetapkan sebesar Rp 2,3 juta per bulan, ya perusahaan kami bayar sebesar itu," tuturnya.

    Ikram menegaskan pendapatan per bulan sebanyak 2-3 ribuan karyawan tetap dan karyawan kontrak di perusahaannya bisa lebih besar dari UMK jika dihitung dengan hasil upah lemburnya. "Rata-rata bisa sampai Rp 4 jutaan," kata Ikram menjelaskan upah buruh yang sempat memproduksi fesyen label Ivanka Trump.

    NANANG SUTISNA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Peluru Tajam di Malam Jahanam Kerusuhan 22 Mei 2019

    Dalam kerusuhan 22 Mei 2019, empat orang tewas dengan luka mirip bekas tembakan. Seseorang diduga tertembak peluru tajam.