Deddy Mizwar Belum Didukung Partai, Jokowi: Saya Bantu Mau Enggak

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Jokowi didampingi Menteri Desa Perbangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Marwan Jafar dan Wakil Gubernur Jawa Barat Dedy Mizwar meninjau saluran irigasi Desa Pulo Kelapa, Kecamatan Lemah Abang, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, 27 September 2015. ANTARA FOTO

    Presiden Jokowi didampingi Menteri Desa Perbangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Marwan Jafar dan Wakil Gubernur Jawa Barat Dedy Mizwar meninjau saluran irigasi Desa Pulo Kelapa, Kecamatan Lemah Abang, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, 27 September 2015. ANTARA FOTO

    TEMPO.CO, Bandung -Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar bertemu dengan Presiden Joko Widodo. Deddy mengklaim Jokowi bertanya soal pemilihan gubernur Jawa Barat yang akan dilakukan tahun 2018.

    Baca juga: Mau Dilamar Gerindra, Deddy Mizwar Siap

    “Kemarin ketemu Pak Jokowi, (dia bertanya) sudah ada partai belum?(Dijawabnya) belum ada yang komitmen, masih komunikasi,” kata Deddy kepada wartawan di Bandung, pada Kamis, 15 Juni 2017.

    Deddy mengatakan, Presiden Joko Widodo bahkan sempat menawarkan diri mencarikan partai.  “Saya bantu mau gak?” kata dia menirukan omongan presiden pada dirinya. “Ya terserah bapak hahaha. Saya kan komunikasi dengan siapa saja.”

    Dia mengaku tidak tahu apakah pertanyaan Jokowi  itu serius atau tidak. “Ya gak tahu. Masalah partai gak tahu, mungkin becanda juga. Tapi serius juga kelihatannya, belum ada yang komitmen kan,” kata Deddy.

    Deddy mengatakan, pembicaraan soal pemilihan gubernur juga sudah dilakoninya dengan sejumlah nama bakal calon yang muncul. “Dengan RK (Ridwan Kamil) sudah, Dedi Mulyadi (sudah). Cuma sekedar komunikasi saja,” kata dia.

    Baca: Deddy Mizwar: Kalau Enggak Didukung Balik Jadi Naga Bonar Lagi

    Menurut Deddy, soal pencalonan ini sulit karena hanya PDIP yang punya suara cukup untuk mencalonkan, partai lainnya harus berkoalisi. Itu juga yang jadi alasannya masih ragu mendeklarasikan dirinya maju. “Sebaiknya kalau deklarasi itu sudah utuh untuk tiketnya,” kata dia.

    Pihak Presiden Jokowi belum bisa dikonfrimasi soal klaim Deddy Mizwar ini.

    AHMAD FIKRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal Penting di Rengasdengklok Sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945

    Satu hari sebelum teks Proklamasi dibacakan, ada peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Kejadian itu dikenal sebagai Peristiwa Rengasdengklok.