Tolak Kebijakan Full Day School, PBNU Kirimkan Surat ke Presiden

Reporter

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Said Aqil Siradj, menyampaikan pesan moral kebangsaan dan catatan akhir tahun dengan tema anak ayam tak boleh kehilangan induknya, di Gedung PBNU, Jakarta, 24 Desember 2015. TEMPO/Imam Sukamto

TEMPO.CO, Jakarta - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menolak Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan tentang lima hari sekolah dalam sepekan (full day school). Selain menyatakan penolakan, PBNU pun mengirimkan surat permintaan kepada Presiden Joko Widodo untuk membatalkan kebijakan yang terbit pada 9 Juni lalu itu.

"Mengingat tingginya gejolak serta keresahan yang terjadi di masyarakat, PBNU meminta kepada presiden untuk mencabut kebijakan lima hari sekolah," ujar Ketua Umum PBNU Said Aqil Siradj di Gedung PBNU, Kramat, Jakarta Pusat, Kamis, 15 Juni 2017.

PBNU mempertanyakan alasan kebijakan Menteri Pendidikan Muhadjir Effendy yang dinyatakan sebagai pemenuhan visi penanaman budi pekerti dan pembentukan karakter siswa.

Baca: Jokowi Pahami Keresahan Masyarakat Soal Full Day School

"Pembentukan karakter dengan penambahan waktu atau jam sekolah merupakan dua hal berbeda. Pembentukan karakter tidak secara otomatis bisa dicapai dengan jalan menambahkan jam sekolah," kata dia.

Said menyebut pemantauan intensif oleh pihaknya menunjukkan bahwa mayoritas sekolah belum siap menerima kebijakan lima hari sekolah, alias delapan jam belajar tersebut. "Kesiapan itu menyangkut banyak hal antara lain soal fasilitas yang menunjang."

Kebijakan yang akan diberlakukan mulai Juli mendatang itu pun dinilai bertentangan dengan ketentuan waktu kerja guru yang tercantum di Pasal 35 Undang Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.

Beban kerja guru dalam aturan tersebut, kata dia, adalah minimal 24 jam dan maksimal 40 jam tatap muka dengan siswa, dalam sepekan.

Baca: KPAI Minta Kemendikbud Tinjau Ulang Kebijakan Full Day School

"Maka kebijakan lima hari sekolah berpotensi besar melampaui batasan yang telah diatur," ujar Said.

Mendikbud Muhadjir sendiri meyakini kebijakan full day school tak akan membebani peserta didik. Dia menilai murid tak akan berada di dalam kelas dan diberi pelajaran terus-menerus.

"Masih ada persepsi yang salah di sebagian masyarakat seolah anak-anak akan di kelas (selama) delapan jam diberi pelajaran terus-menerus. Sama sekali tidak," katanya di Kompleks Parlemen, Senayan, Selasa,  13 Juni 2017 lalu.

YOHANES PASKALIS

Video Terkait:
PBNU Tolak Kebijakan Full Day School Kirimkan Surat ke Presiden








Zuhri, Santri Penjual Pecel Lele Lamongan yang Raih Beasiswa S3 di Cina

20 hari lalu

Zuhri, Santri Penjual Pecel Lele Lamongan yang Raih Beasiswa S3 di Cina

Ahmad Syaifuddin Zuhri, pria asal Lamongan, Jawa Timur berhasil menuntaskan studi doktoralnya di Cina berkat beasiswa pemerintah Cina.


1.100 Santri Belajar Keamanan Siber, Said Aqil Siradj: Banyak yang Belum Melek Digital

38 hari lalu

1.100 Santri Belajar Keamanan Siber, Said Aqil Siradj: Banyak yang Belum Melek Digital

Lembaga Persahabatan Ormas Islam (LPOI) menggelar pelatihan keamanan siber untuk memperingati Hari Santri Nasional 2022


Setelah Heru Budi Sowan PBNU, PWNU DKI: Jangan Segan Komunikasi dengan Tokoh Agama Jakarta

42 hari lalu

Setelah Heru Budi Sowan PBNU, PWNU DKI: Jangan Segan Komunikasi dengan Tokoh Agama Jakarta

PWNU DKI Jakarta meminta agar Heru Budi Hartono tidak segan berkomunikasi, meminta pendapat dari tokoh ormas dan agama Jakarta.


Kemenag Buka Pendaftaran Bantuan Pesantren Hingga Ormas, Bisa Dapat Hingga Rp 200 Juta

58 hari lalu

Kemenag Buka Pendaftaran Bantuan Pesantren Hingga Ormas, Bisa Dapat Hingga Rp 200 Juta

Kemenag memberikan besaran bantuan mulai dari Rp 50-200 juta. Pendaftaran ditutup hingga akhir Oktober. Simak cara dan syaratnya.


Ulama Mesir Syekh Yusuf Al Qaradawi Wafat, Pernah Berpesan kepada Nahdlatul Ulama

27 September 2022

Ulama Mesir Syekh Yusuf Al Qaradawi Wafat, Pernah Berpesan kepada Nahdlatul Ulama

Syekh Yusuf Al Qaradawi, ulama dan cendekiawan Mesir itu wafat pada Senin, 26 September 2022. Ia pernah datang ke kantor PBNU, ini pesannya.


Said Aqil Ajak Masyarakat Perkuat Ketahanan Pangan

19 September 2022

Said Aqil Ajak Masyarakat Perkuat Ketahanan Pangan

Krisis pangan akan mengganggu stabilitas ekonomi, politik, dan keamanan.


Selain Ning Imaz, KH Said Aqil Siradj pun Alumnus Pondok Pesantren Lirboyo

18 September 2022

Selain Ning Imaz, KH Said Aqil Siradj pun Alumnus Pondok Pesantren Lirboyo

Ning Imaz dari Pondok Pesantren Lirboyo dihina Eko Kuntadhi dalam cuitannya. Selain Ning Imaz, KH Said Aqil Siradj juga lulusan Lirboyo. Siapa lagi?


Serikat Nelayan NU Bagi Ikan Gratis untuk Warga Menteng Dalam

4 September 2022

Serikat Nelayan NU Bagi Ikan Gratis untuk Warga Menteng Dalam

Serikat Nelayan Nahdlatul Ulama membagikan satu ton ikan gratis kepada masyarakat di kawasan Menteng Dalam, Tebet, Jakarta Selatan.


Said Aqil Siradj Minta Polisi Jujur dalam Penanganan Kasus Brigadir J

24 Agustus 2022

Said Aqil Siradj Minta Polisi Jujur dalam Penanganan Kasus Brigadir J

Mantan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, KH Said Aqil Siradj meminta polisi jujur dalam penanganan kasus Brigadir J.


Kontroversi Lagu Joko Tingkir Ngombe Dawet, Ini Penjelasan Pakar Bahasa

19 Agustus 2022

Kontroversi Lagu Joko Tingkir Ngombe Dawet, Ini Penjelasan Pakar Bahasa

Pakar Bahasa dari UIN Syarif Hidayatullah sebut dari segi bahasa, lagu itu tidak memiliki unsur negatif, namun dari segi kepantasan tidak pas.