Nagreg Padat Saat Arus Mudik, Polisi Berlakukan Jalan Satu Arah

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah kendaraan melintas di ruas jalan Lingkar Nagreg, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, 9 Juli 2016. Situasi lalu lintas kendaraan yang melewati jalur Lingkar Nagreg menuju arah Bandung dan Jakarta mulai mengalami peningkatan dan diprediksi puncak arus balik lebaran di jalur tersebut terjadi pada Sabtu (9/7) dan Minggu (10/7). ANTARA FOTO/Novrian Arbi

    Sejumlah kendaraan melintas di ruas jalan Lingkar Nagreg, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, 9 Juli 2016. Situasi lalu lintas kendaraan yang melewati jalur Lingkar Nagreg menuju arah Bandung dan Jakarta mulai mengalami peningkatan dan diprediksi puncak arus balik lebaran di jalur tersebut terjadi pada Sabtu (9/7) dan Minggu (10/7). ANTARA FOTO/Novrian Arbi

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Satuan Lalu-Lintas, Polres Bandung, Ajun Komisaris Dony E Wicaksono mengatakan, polisi akan memberlakukan arus kendaraan satu arah untuk mengurai kepadatan arus kendaraan di Nagreg pada arus mudik. “Kami sudah siapkan tim, koordinasi dengan Polres Garut untuk one-way sepenggal,” kata dia di Bandung, Kamis, 15 Juni 2017.

    Dony mengatakan, panduannya pada ekor kemacetan di kawasan Nagreg. “Apabila penumpukan kendaran di Cagak (Nagreg) mengekor sampai batas toleransi rel kereta, atau Polsek Nagreg, kalau di situ ekornya. Kami akan berlakukan CB (cara bertindak) one-way. Kita akan menutup jalur Limbangan di Sasak Besi, termasuk Tutukan Leles,” kata dia.

    Baca: Dishub Awasi 11 Jalur Mudik Alternatif Yogya-Jateng

    Sementara, jika ekor antiran lebih panjang lagi polisi akan mengalihkan arus kendaraan menuju Nagreg lewat Cijapati. “Kalau ekor melebihi rel kereta api, kami akan gunakan rambu himbaun, kami pasang di U-Turn Parakan muncang, sehingga masyarakat bisa memilih jalur alternatif Cijapati,” kata Dony.

    Dony mengatakan, skenario pamungkas akan diambil jika semua jalur padat di selatan, termasuk alternatif Cijapati. “Kalau semua stuck, dan penuh, kami akan koordinasi dengan Polres Sumedang, semua kendaraan diarahkan ke Malangbong. Masyarakat bisa memilih bisa ke Ciamis, Kuningan dan lain sebagainya, lewat jalur Sumedang,” kata dia.

    Menurut Dony, puncak kepadatan di Nagreg sendiri kemungkinan terjadi saat hari pertama Hari Raya Lebaran . “Kalau tahun lalu di hari H, masyarakat nyekar, mengujungi keluarganya di Garut atau Tasik. Kelihatanya juga dari H sampai H+1, wilayah Nagreg diprediksi ramai setelah salat Ied,” kata dia.

    Dony mengatakan, salah satu penyebab kemacetan di Nagreg adalah pasar tumpah di Limbangan dan Leles di Garut. Dia mengaku, sudah ada kesepakatan dengan pemerintah daerah untuk melarang pasar tumpah.

    Baca: PT Pelindo dan Syahbandar Gratiskan Pemudik Asal Jakarta

    Selain Nagreg, ancaman banjir di Rancaekek, di depan pabrik tekstil Kahatex juga masih di waspadai. “Mudah-mudahan tidak banjir. Kita sudah koordinasi dengan wilayah Sumedang, termasuk PT Kahatex untuk menambah alat penyedot air,” kata Dony.

    Dony mengatakan, polisi sudah menyiapkan skenario menghadapi banjir itu dengan mengalihkan kendaraan pribadi yang tidak bisa melwati banjir itu dengan mengambil pintu tol keluar di Buah Batu. “Kendaraan pribadi dan sedang itu bisa lewat Buah Batu, Bojongsoang, keluarnya di Majalaya lama, dia bisa berputar di Parakanmuncang lagi, yang penting ngelewati Kahatex. Untk kendaraan besar masih bisa lewat,” kata dia.

    Sebelumnya, Kepala Dinas Perindustrian Dan Perdagangan Jawa Barat Hening Widiatmoko mengatakan, sudah ada kesepakatan selama arus mudik Lebaran agar seluruh pengelola pasar diminta mengeloa pedagang agar tidak merambah ke jalan. “Pada saat H-7 itu pengelola pasar sudah mulai mengatur pedagang agar tidak menambah masalah,” kata dia, Rabu, 14 Juni 2017.

    AHMAD FIKRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polusi Udara Pembunuh Diam-diam

    Perubahan iklim dan pencemaran udara menyebabkan lebih dari 12,6 juta kematian per tahun. Jumlah korban jiwa ini belum pernah terjadi sebelumnya.