Ryamizard Ajak Menhan Filipina dan Malaysia Bertemu di Tarakan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menhan Ryamizard Ryacudu (kiri) usai pelepasan mudik karyawan di lapangan apel Kemhan, Jakarta Pusat, 1 Juli 2016. TEMPO/Yohanes Paskalis

    Menhan Ryamizard Ryacudu (kiri) usai pelepasan mudik karyawan di lapangan apel Kemhan, Jakarta Pusat, 1 Juli 2016. TEMPO/Yohanes Paskalis

    TEMPO.CO, Jakarta  - Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu berencana mengadakan pertemuan dengan Menteri Pertahanan Malaysia dan Filipina untuk membahas kelanjutan kerja sama patroli tiga negara. Pertemuan itu akan digelar di Tarakan, Kalimantan Utara pada 19 Juni 2017.

    Menurut Ryamizard pertemuan tersebut untuk  membahas antisipasi penyebaran kelompok radikal ISIS di Asia Tenggara. Dia mengajak Menhan Singapura dan Menhan Brunei Darussalam untuk hadir dalam forum trilateral tersebut.

    Baca: Ryamizard Kurang Setuju Sulut Siaga Satu karena Krisis Marawi

    "Biar dia (negara peserta forum tersebut) tahu kalau ada apa-apa, kita sudah siap," ujar Ryamizard di Kementeran Pertahanan, Jakarta Pusat, Kamis, 15 Juni 2017.

    Kegiatan di Tarakan itu rencananya juga dihadiri panglima angkatan bersenjata Indonesia, Malaysia dan Filipina.

    Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Arrmanatha Nasir sebelumnya mengatakan bahwa tak menutup kemungkinan ada pertemuan lanjutan antara pemerintah Indonesia, Malaysia, dan Filipina terkait patroli pengamanan laut.

    Simak: Munculnya ISIS di Filipina Sudah Diprediksi Menteri Ryamizard

    Kerja sama itu berawal dari pertemuan tingkat menteri luar negeri dan pemimpin militer ketiga negara di Yogyakarta, pada Mei 2016. Namun, saat itu pemerintah masih fokus pada penanggulangan perompak Abu Sayyaf.

    "Apabila dirasa perlu untuk ditingkatkan atau review, bisa saja ada pertemuan lagi. Tapi saat ini baru implementasi dari kesepakatan yang sudah dicapai dulu," ujar Arrmanatha  9 Juni lalu.

    Lihat: Antisipasi ISIS di Asia Tenggara, Kemenhan Akan Lakukan Ini

    Arrmanatha tak menampik kesepakatan tersebut bisa dikembangkan untuk menghadapi dampak pemberontakan milisi Maute yang terafiliasi ISIS di kota Marawi, Filipina Selatan. Penghuni Asia Tenggara, termasuk Indonesia, mengkhawatirkan penyebaran kelompok tersebut ke wilayah lain usai terdesak oleh militer Filipina.

    YOHANES PASKALIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polusi Udara Pembunuh Diam-diam

    Perubahan iklim dan pencemaran udara menyebabkan lebih dari 12,6 juta kematian per tahun. Jumlah korban jiwa ini belum pernah terjadi sebelumnya.