Kasus Pembunuhan Tunangan, Polisi Palembang Siap Limpahkan Berkas  

Reporter

Editor

Dwi Arjanto

Ilustrasi pembunuhan. (tabloidjubi)

TEMPO.COJakarta - Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Selatan Agung Budi Maryoto mengatakan pihaknya telah menetapkan Martinus Asworo, 34 tahun, sebagai tersangka pembunuhan tunangannya, Chatarina Wiedyawati (30) dan berkasnya siap dilimpahkan.

Penetapan itu berdasarkan pada keterangan tiga saksi dan pengakuan pelaku sendiri. Selain itu, polisi sudah mengamankan sejumlah barang bukti, seperti kendaraan dan pakaian yang digunakan saat pembunuhan berlangsung. 

“Sudah tidak ada masalah lagi, tinggal maju aja (pelimpahan berkas)," kata Agung, Kamis, 15 Juni 2017. 
Baca: Bunuh Tunangan di Palembang, Pria Ini Tertangkap di Lampung

Kasus ini bermula dari seorang warga yang tengah melintas di semak-semak Jalan Sungai Sedapan, RT 41 RW 08, Kelurahan Sukajaya, Kecamatan Sukarami, Palembang, Kamis, 11 Mei 2017. Dia menemukan sesosok mayat perempuan tanpa identitas. 

Jasad ditemukan dengan posisi telentang dengan perut yang sudah membesar. Di sekitar tempat kejadian perkara juga ditemukan sebuah tas yang berisi baju korban. Mayat yang diperkirakan meninggal sudah satu minggu ini langsung dibawa ke rumah sakit Bhayangkara untuk dilakukan autopsi. Sepekan kemudian, korban diketahui sebagai Wiwit, alumnus pascasarjana UGM Yogyakarta. 

Pada Senin, 12 Juni 2017, polisi berhasil menangkap Asworo di persembunyiannya di Kota Bandar Lampung. Menurut Agung, pembunuhan terhadap Wiwit tergolong sadist dan berencana, sehingga pihaknya akan menerapkan Pasal 340 KUHP. Dengan demikian, Asworo terancam dihukum maksimal hukuman mati.

Ditemui seusai rapat koordinasi pengamanan arus mudik di kantor gubernur, Agung mengatakan pihaknya tetap mengembangkan kasus ini untuk mengungkap kebenaran sejati. “Meskipun alat bukti dan saksi lengkap, kami akan tetap mengembangkan kasus ini,” katanya.
Simak: Sadis, Suami Bakar Istri karena Melihat Bekas Ciuman di Dada

Sementara itu, di depan penyidik, Asworo mengakui telah membunuh tunangannya dengan memukulnya menggunakan kunci setir mobil. Tindakan itu dia lakukan karena merasa tersinggung atas sikap Wiwit yang menanyakan “uang asap” untuk pesta keduanya di Yogyakarta pada September nanti. 

Lalu terjadilah perang mulut yang berlangsung di dalam kendaraan yang mereka tumpangi ke arah Bandar Udara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang pada Ahad, 7 Mei 2017. “Tiba di Sukawinatan, mobil saya belokkan ke semak-semak dan saya pukul beberapa kali,” kata Asworo. 

Sedangkan Alfian Nur Budi Prasetyo, adik sepupu korban, mengatakan pihak keluarga lega atas kerja aparat polisi. Penangkapan Asworo bertepatan dengan 40 hari kematian Wiwit di Palembang. 
Baca juga: Polisi Duga Dosen ITB Suryo Utomo Meninggal Bunuh Diri

Menurut Alfian, pihak keluarga mendapat kabar tertangkapnya Asworo pada Senin petang. Penangkapan tersebut membuat pihak keluarga sedikit lega karena pihaknya selama ini hanya menduga-duga pelakunya adalah Asworo.

“Kami keluarga tentu senang dan merasa lega,” ujar Alfian, Selasa, 13 Juni 2017. Dia menuturkan mereka berdua terakhir menjalin komunikasi pada 6 Mei lalu. Dalam perbincangan itu, korban minta dijemput di bandara pada Ahad, 7 Mei, karena Wiwit dan Asworo akan melakukan foto pranikah serta mengurus segala keperluan pernikahan yang dijadwalkan berlangsung pada pekan pertama September nanti.

Seharusnya, pada Minggu pagi pukul 10.15, Wiwit bersama calon suaminya, Asworo, tiba di bandara. Selanjutnya mereka berkeliling Kota Yogyakarta. Namun hingga malam keduanya tidak menampakkan batang hidungnya, sehingga pihak keluarga semakin galau. “Setelah HP-nya sudah enggak aktif lagi dan Senin saya cek di bandara juga tidak ada nama yang dimaksud,” kata Alfian mengenai kasus pembunuhan kakak sepupunya itu.

PARLIZA HENDRAWAN






Putri Candrawathi Ditahan, Kak Seto Minta Negara Melindungi Anaknya

22 jam lalu

Putri Candrawathi Ditahan, Kak Seto Minta Negara Melindungi Anaknya

Istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi akhirnya ditahan karena pembunuhan Brigadir J. Kak Seto minta negara melindungi anak Putri dan Sambo.


Polisi Dalami Video Pembunuhan 4 Pekerja Jalan di Papua Barat

2 hari lalu

Polisi Dalami Video Pembunuhan 4 Pekerja Jalan di Papua Barat

Pembunuhan terhadap pekerja jalan transpenghubung Kabupaten Bintuni dan Maybrat itu terjadi pada Kamis kemarin.


Bharada E Siap Hadapi Sidang Kasus Pembunuhan Brigadir J, Sudah Konseling Psikolog dan Rohaniwan

3 hari lalu

Bharada E Siap Hadapi Sidang Kasus Pembunuhan Brigadir J, Sudah Konseling Psikolog dan Rohaniwan

Bharada E disebut dalam keadaan sehat dan didampingi psikolog serta rohaniwan. Bersiap hadapi sidang kasus pembunuhan Brigadir J.


Anggota TNI Tersangka Mutilasi 4 Warga Papua Diduga Punya Bisnis Gelap Penimbunan BBM

8 hari lalu

Anggota TNI Tersangka Mutilasi 4 Warga Papua Diduga Punya Bisnis Gelap Penimbunan BBM

Gudang yang menjadi lokasi perencanaan pembunuhan dan mutilasi 4 warga Papua diduga juga berfungsi sebagai lokasi penimbunan BBM jenis Solar.


Komnas HAM Duga Tersangka Mutilasi di Mimika Lakukan Aksinya Lebih Dari Sekali

11 hari lalu

Komnas HAM Duga Tersangka Mutilasi di Mimika Lakukan Aksinya Lebih Dari Sekali

Tim Komnas HAM telah melakukan pemeriksaan di lokasi kejadian. Tim juga mewawancarai para pelaku baik dari sipil maupun TNI.


Komnas HAM Sebut Pelaku Mutilasi di Mimika Terhubung ke Bisnis Solar

11 hari lalu

Komnas HAM Sebut Pelaku Mutilasi di Mimika Terhubung ke Bisnis Solar

Komnas HAM meminta para pelaku harus dihukum seberat-beratnya, termasuk pemecatan dari keanggotaan TNI.


Komnas HAM Duga Pelaku Mutilasi di Mimika Sempat Tunda Rencana Pembunuhan

12 hari lalu

Komnas HAM Duga Pelaku Mutilasi di Mimika Sempat Tunda Rencana Pembunuhan

Komisioner Komnas HAM mengatakan diskusi untuk merencanakan pembunuhan itu diduga telah dilakukan beberapa kali oleh pelaku.


Kremlin Bantah Isu Vladimir Putin Jadi Target Pembunuhan

15 hari lalu

Kremlin Bantah Isu Vladimir Putin Jadi Target Pembunuhan

Kantor Presiden Rusia membantah Vladimir Putin telah menjadi target pembunuhan.


Putin Jadi Target Pembunuhan, Mobilnya Diserang Bom

17 hari lalu

Putin Jadi Target Pembunuhan, Mobilnya Diserang Bom

Mobil Presiden Rusia Vladimir Putin diserang bom. Ia berhasil selamat, sementara pengawalnya dikabarkan telah ditangkap.


Rentetan Teror Kekerasan di Kolombia, Total 17 Orang Tewas

19 hari lalu

Rentetan Teror Kekerasan di Kolombia, Total 17 Orang Tewas

Tugas besar masalah keamanan negara harus dihadapi Presiden Kolombia Gustavo Petro.