Ryamizard Kurang Setuju Sulut Siaga Satu karena Krisis Marawi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu berpose dengan senjata di helikopter SAR tempur EC-725 Super Cougar pesanan Kementerian Pertahanan di hanggar PT Dirgantara Indonesia, Bandung, Jawa Barat, 25 November 2016. TEMPO/Prima Mulia

    Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu berpose dengan senjata di helikopter SAR tempur EC-725 Super Cougar pesanan Kementerian Pertahanan di hanggar PT Dirgantara Indonesia, Bandung, Jawa Barat, 25 November 2016. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.COJakarta - Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu tak merisaukan situasi Sulawesi Utara yang sempat diindikasikan menjadi pintu masuknya limpahan kombatan ISIS dari Kota Marawi, Filipina Selatan. Meski sudah ada penetapan status siaga satu oleh Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey, Ryamizard membantah jika situasi di kawasan tersebut dinilai rawan. 

    "Waspada boleh-boleh saja, tak usah pakai siaga-siaga-lah," ujar Ryamizard saat ditemui di kompleks Kementerian Pertahanan, Jakarta Pusat, Kamis, 15 Juni 2017, terkait dengan krisis Marawi yang membuat Gubernur Sulawesi Utara menetapkan siaga satu.

    Baca juga: 
    Konflik di Marawi Masih Berlangsung, Sulawesi Utara Siaga Satu

    BNPT: Kombatan Indonesia di Marawi Anggota JAD

    Ryamizard dalam hal ini meyakini intensitas pendidikan kebangsaan yang diberikan kementeriannya di Sulawesi Utara mampu meredam ancaman. "Di sana ada Bela Negara setiap hari, sudah kuat di sana (soal) Bela Negara."

    Mantan Kepala Staf TNI Angkatan Darat itu mengaku menerima banyak informasi terkait dengan pergerakan ISIS di Filipina Selatan. Namun dia menolak membeberkannya, termasuk mengenai titik perbatasan yang rawan disusupi. 

    Baca pula:
    7 Orang WNI yang Terlibat Perang di Marawi 

    "Saya mengerti masalah ISIS. Saya dapat informasi dari mana-mana, jadi belum (bisa diinformasikan) dululah. Nanti," kata Ryamizard. 

    Status siaga satu disampaikan Olly Dondokambey seusai rapat koordinasi di kantornya, Rabu lalu. Rapat itu dipimpin langsung oleh Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto, juga dihadiri jajaran aparat setempat. 

    Silakan baca:
    Jelang Lebaran, Banser Ditarik dari Perbatasan Indonesia-Filipina

    "Keamanan di Sulawesi Utara siaga satu. Pengamanan di Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro, Kabupaten Kepulauan Sangihe, dan Kabupaten Kepulauan Talaud ditingkatkan. Terlebih di kawasan pesisir pantai," kata Olly.

    Menurut dia, pasukan dan pemantauan dari Polri dan TNI telah bergerak ke pulau-pulau di Sulawesi Utara. TNI Angkatan Laut bahkan menyiagakan kapal perang dan kapal selam ke perairan perbatasan Filipina guna mengantisipasi dampak konflik di Marawi.

    YOHANES PASKALIS | ISA ANSHAR JUSUF


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    RAPBN 2020, Ada 20 Persen untuk Pendidikan, 5 untuk Pendidikan

    Dalam RAPBN 2020, pembangunan Indonesia akan difokuskan pada peningkatan kualitas sumber daya manusia. Berikut besaran dan sasaran yang ingin dicapai.