Senin, 22 Oktober 2018

Kisah Sel Mewah 3 Pesohor Lapas Cipinang: Tommy, Ricardo, Freddy  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Hutomo Mandala Putra alias Tommy Soeharto. TEMPO/Zulkarnain

    Hutomo Mandala Putra alias Tommy Soeharto. TEMPO/Zulkarnain

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia akan memeriksa Kepala Lembaga Pemasyarakatan atau Lapas Cipinang Kunto Wiryanto terkait temuan kamar tahanan mewah. Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM DKI Jakarta Endang Sudirman mengatakan temuan sejumlah barang di sel yang ditempati narapidana Haryanto Chandra termasuk terlarang.

    "Kami langsung lakukan pembersihan," kata Endang di Kantor Kemenkumham, Jakarta, Rabu, 14 Juni 2017. Menurut dia, terpidana Haryanto saat ini sudah dipindahkan dan berada dalam pengawasan Badan Narkotika Nasional di Lapas Cipinang.

    Baca juga:

    Ada Sel Mewah di Lapas Cipinang, Kemenkumham Akan Periksa Kalapas

    Akhir Mei lalu, BNN melakukan penggeledahan terhadap sel tahanan Haryanto di Lapas Cipinang. Hasil penggeledahan ditemukan lima unit telepon seluler, rekening Bank BCA, satu unit laptop, satu unit kamera pengintai (CCTV), dan modem. Petugas juga menemukan pendingin ruangan di sel Haryanto.

    Kesekian kalinya di Lapas Cipinang ditemui sel-sel mewah, ini menjadi rangkaian catatan terhadap ditemukannya kamar tahanan berfasilitas di lapas ini. Di antaranya, pernah didapati sel mewah yang dihuni tiga pesohor.

    Baca pula:

    Kepala Rutan Cipinang: Belum Ada Ancaman Pembunuhan Ahok

    Hutomo Mandala Putra
    Putra bungsu mantan Presiden Soeharto mendekam di Lapas Cipinang setelah terlibat pembunuhan hakim Syafiuddin Kartasasmita. Tommy menghuni Blok H yang hanya terdiri atas tiga ruang. Kamar pangeran Cendana itu dipindahkan ke Nusakambangan, 16 Agustus 2002 menempati ruang nomor 1 memiliki fasilitas lengkap, antara lain televisi ukuran 29 inci, kamar mandi dengan shower, penyejuk udara, dan peralatan masak. Tidak lupa sebuah sofa warna hitam melengkapi ruangan. Layaknya kantor ruangan Tommy juga memiliki dua telepon seluler dan satu komputer jinjing.

    Soal jam besuk Tommy pun diberikan bebas, setiap hari istri dan anaknya bebas mengunjungi. Sedangkan napi lain dibatasi hanya setengah jam. Ruang besuk Tommy memang membuat iri, berukuran 8 x 3 meter yang merupakan ruang pemeriksaan kesehatan bagi napi dan tahanan. Ruangan ini bersekat dua. Dalamnya dipasang karpet berwarna abu-abu, sebuah sofa berbentuk L, bufet, televisi, lemari es, AC merek Toshiba dengan blower ganda, tabung pemurni air.

    Ricardo Gelael
    Pengusaha makanan mendekam di Lapas Cipinang sejak November 2000 karena terlibat kasus Goro. Sebagai pengusaha jangan membayangkan bekas pembalap itu akan mendekam di sel ukuran 2x4 meter. Fasilitas sel dihuni pendiri gerai makanan KFC ini waktu sudah cukup mewah. Setidaknya di atas rata-rata penghuni lainya, Gelael mendapat spring bed, kulkas, AC, dan televisi. Jam besuk Gelael pun bisa satu jam.

    Freddy Budiman
    Gembong narkotika ini mempunyai cara sendiri menciptakan kenyamanan di Lapas Cipinang. Kemewahan yang dimiliki Freddy disuarakan oleh teman dekat Freddy, Vanny Rosyane pada Juli 2013 silam. Ia sering bertemu di penjara dalam ruang private dekat kepala lembaga pemasyarakatan. "Kalau ada yang ngetok-ngetok, tinggal kasih uang sejutaan," kata Vanny.

    Ruangan lain yang dipakai Freddy adalah kamar mandi dan poliklinik. Kamar mandi yang terletak di lantai dua padahal ruangan itu berdekatan dengan ruangan kepala keamanan. Ruangan lain yang disewa adalah poliklinik di lantai dasar. Kamar mandi itu bebas disewa setiap hari, kecuali Minggu dan Jumat. Adapun poliklinik disewa setiap Sabtu.

    Freddy menggunakan ruangan itu untuk menerima teman-teman wanitanya dan berpesta narkoba. Ingar bingar yang dibuat Freddy Budiman membuat Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Amir Syamsuddin akhirnya mencopot Kepala Lembaga Pemasyarakatan Narkotik Cipinang, Jakarta Timur, Thurman Hutapea.

    Evan/PDAT Sumber Diolah Tempo  I   ADITYA BUDIMAN  I  S. DIAN ANDRYANTO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hak Asasi Binatang Diperingati untuk Melindungi Hewan

    Hak Asasi Binatang, yang diperingati setiap 15 Oktober, diperingati demi melindungi hewan yang sering dieksploitasi secara berlebihan, bahkan disiksa.