Pasien BPJS Ditolak 7 Kali, Menteri Puan Maharani Merespons

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani memberikan sambutan saat Deklarasi Revolusi Mental Dimulai dari Pendidikan di Lapangan Hall Basket, Senayan, Jakarta, 15 Desember 2015. Puan Maharani menyatakan lembaga pendidikan merupakan salah satu wadah untuk membangun Revolusi Mental yang sedang digelorakan di Tanah Air. ANTARA/M Agung Rajasa

    Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani memberikan sambutan saat Deklarasi Revolusi Mental Dimulai dari Pendidikan di Lapangan Hall Basket, Senayan, Jakarta, 15 Desember 2015. Puan Maharani menyatakan lembaga pendidikan merupakan salah satu wadah untuk membangun Revolusi Mental yang sedang digelorakan di Tanah Air. ANTARA/M Agung Rajasa

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani akan menindaklanjuti kasus pasien BPJS yang ditolak 7 rumah sakit di Bekasi. Ia berkata, hal seperti itu tak seharusnya terjadi.

    "Saya akan meminta klarifikasi Dirut BPJS dan akan saya koordinasikan tindak lanjutnya ke Kementerian Kesehatan," ujar Puan Maharani saat dicegat di Istana Kepresidenan, Rabu, 14 Juni 2017.

    Baca juga:

    BPJS Ketenagakerjaan Keluhkan Banyak Perusahaan Belum Daftar 

    Sebagaimana telah diberitakan, warga bekasi yang ditolak tujuh rumah sakit di Bekasi tersebut bernama Reny Wahyuni. Reny, yang tengah hamil delapan bulan dan menderita tekanan darah tinggi, ditolak oleh RS Ananda Bekasi, RS Anna Medika Bekasi, RS Mekar Sari, RS Bakti Kartini, RS Bella, RS Hermina, dan RSUD Kota Bekasi.

    Setelah ditolak tujuh kali, Reny berakhir di Rumah Sakit Koja, Jakarta Utara, yang jauh dari Bekasi. Ia berhasil ditangani di sana, namun bukan tanpa kabar buruk. Karena ia telat mendapat pertolongan akibat ditolak tujuh kali, putrinya lahir dalam keadaan meninggal.

    Baca pula:

    Jusuf Kalla Minta BPJS dan Rumah Sakit Tingkatkan Pelayanan

    Puan mengaku belum mendapat laporan detil akan kasus Reny. Oleh karenanya, ia belum bisa menyampaikan tindakan apa yang akan dijatuhkan ke rumah-rumah sakit penolak Reny.

    "Saya akan cek kenapa bisa sampai ditolak. Kalau cuma karena alasan belum bayar BPJS, sebenarnya ada mekanisme pelayanan terlebih dahulu untuk situasi darurat," ujar Puan Maharani.

    ISTMAN MP


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal Penting di Rengasdengklok Sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945

    Satu hari sebelum teks Proklamasi dibacakan, ada peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Kejadian itu dikenal sebagai Peristiwa Rengasdengklok.