DPR Panggil Miryam S. Hariyani, Ketua KPK: Tunggu Saja di Sidang

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tersangka dugaan pemberian keterangan palsu dalam sidang perkara dugaan korupsi e-KTP, Miryam S Haryani mengenakan rompi tahanan seusai menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, 1 Mei 2017. Mantan anggota Komisi II DPR Miryam yang sempat menjadi buronan KPK tersebut resmi ditahan di Rumah Tahanan KPK, Jakarta. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Tersangka dugaan pemberian keterangan palsu dalam sidang perkara dugaan korupsi e-KTP, Miryam S Haryani mengenakan rompi tahanan seusai menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, 1 Mei 2017. Mantan anggota Komisi II DPR Miryam yang sempat menjadi buronan KPK tersebut resmi ditahan di Rumah Tahanan KPK, Jakarta. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi), Agus Rahardjo mengatakan panitia khusus hak angket KPK tidak perlu memanggil tersangka dugaan kesaksian palsu dalam perkara korupsi e-KTP, Miryam S. Haryani. Menurut dia, pansus cukup menunggu proses di pengadilan saja bila ingin mendengarkan rekaman tentang ada atau tidaknya ancaman terhadap Miryam yang diduga dilakukan sejumlah anggota Komisi Hukum DPR.

    "Akan segera kami naikkan, kok. Kalau kami naikKan, kan rekamannya (Miryam S. Hariyani) bisa dibuka di persidangan," kata Agus saat ditemui selepas acara buka puasa bersama Komisi Hukum di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu, 14 Juni 2017.

    Baca juga:

    Agenda Pansus Hak Angket KPK, Panggil Miryam S. Haryani

    Ia memastikan bahwa KPK memiliki rekaman pemeriksaan Miryam. "Ya, ada," ucapnya. Namun Agus England menjelaskan lebih jauh apakah ada bagian saat Miryam mengaku ditekan. "Saya ga perlu menyebutkan itu, tapi rekamannya ada. Nanti silakan diperdengarkan," ucapnya.

    Sebelumnya, pansus hak angket KPK berencana memanggil Miryam, senin pekan depan. Pemanggilan ini untuk mencari tahu siapakah yang benar antara Miryam dan penyidik KPK tentang ancaman dan tekanan dari anggota dewan. "Yang salah ini, Miryam apa Novel yang berbohong?" kata Ketua Pansus, Agun Gunanjar.

    Baca pula:

    Pansus Hak Angket Buka Posko Pengaduan Masyarakat Terkait KPK  

    Sebelumnya Miryam diketahui telah membuat surat pernyataan bahwa tidak ada yang menekan dirinya agar mencabut keterangannya dalam pemeriksaan sebagai saksi perkara kasus korupsi E-KTP. Menurut Agun, pemanggilan Miryam juga untuk mengklarifikasi kebenaran surat tersebut. "Ini benar atau tidak? kalau benar dia bertanggungjawab, berarti ada orang lain yang berbohong. Ini harus clear," ujar politikus Partai Golkar ini.

    Sementara itu, Wakil Ketua Pansus Hak Angket KPK, Taufiqulhadi, mengatakan pihaknya akan mengirimkan surat ke KPK untuk meminta izin agar Miryam S. Hariyani dapat hadir dalam rapat. "Silakan, KPK setuju atau tidak. (Kalau tidak) tidak masalah," ucapnya.

    Silakan baca:

    KPK Akan Mengundang Pakar Hukum untuk Menyikapi Hak Angket DPR

    Agus menambahkan pihaknya juga akan rapat terlebih dahulu untuk memutuskan sikap KPK terkait hak angket ini. Sebab, KPK telah menerima masukan dari para ahli hukum tata negara tentang keabsahan hak angket ini. "Jikalau saran ahli ini (menyatakan) cacat hukum, maka kami akan tentukan sikap dulu," tuturnya.

    AHMAD FAIZ | INDRI MAULIDAR


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kerusuhan Manokwari, Bermula dari Malang Menjalar ke Sorong

    Pada 19 Agustus 2019, insiden Kerusuhan Manokwari menjalar ke Sorong. Berikut kilas balik insiden di Manokwari yang bermula dari Malang itu.