Minggu, 15 September 2019

Banjir Tolitoli Lagi, Warga Minta Pemda Keruk Sungai Dangkal

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Banjir kembali melanda Kabupaten Tolitoli, Sulawesi Tengah, Minggu 4 Juni 2017. Sebanyak 4 Rumah Hanyut Terseret Banjir. Tempo/AMAR BURASE

    Banjir kembali melanda Kabupaten Tolitoli, Sulawesi Tengah, Minggu 4 Juni 2017. Sebanyak 4 Rumah Hanyut Terseret Banjir. Tempo/AMAR BURASE

    TEMPO.CO, Palu – Kabupaten Tolitoli, Sulawesi Tengah, kembali diterjang banjir susulan pada Selasa, 13 Juni 2017. Ini membuat ratusan rumah warga kembali terendam banjir. Selain itu jalur transportasi Trans Sulawesi Palu- Tolitoli untuk jalur Timur terputus karena terjadi longsor di beberapa titik.

    “Banjir kiriman hingga setinggi lutut orang dewasa ini terjadi dikarenakan hujan deras, yang terus mengguyur Tolitoli sejak siang hingga sore hari dengan intensitas yang cukup tinggi,” kata Abdulsalam Usman, Pelaksana Tugas Kepala BPBD Kabupaten Tolitoli, saat dihubungi Tempo, Rabu 14 Juni 2107.

    Baca: Puluhan Korban Banjir Tolitoli Mengeluh Belum Dapat Bantuan

    Usman mengatakan banjir di Kelurahan Baru tepatnya di Kampung Lembah, Kecamatan Baolan, disertai lumpur meluap hingga ke jalan. Ini membuat pengendara kesulitan untuk melintas karena derasnya air dari sungai Lembah.

    Selain itu banjir juga terjadi di Jalan Anoa, Cendrawasih, Kelurahan Tuweley, dan Kelurahan Tambun, Kecamatan Baolan.

    Baca: Banjir Tolitoli, Kementerian PUPR Perbaiki Jembatan yang Rusak

    Menurut Usman, data sementara yang diperoleh ada sekitar 700 KK yang terkena dampak banjir susulan itu. Dan dua wilayah yang terdampak itu, yakni Kecamatan Baolan dan Galang.

    Warga Tolitoli merasa masih trauma dengan datangnya banjir di wilayahnya. “Kami masih trauma, banjir kembali terjadi dilingkungan kami. Hujan deras mulai siang sampai malam, rumah belum selesai di bersihkan dari banjir yang pertama, kini datang lagi banjir susulan,” kata Saleh, warga Lembah, Rabu 14 Juni 2017.

    Hal yang sama dikatakan, Daeng Tata, Warga Kelurahan Tambun. Dia mengatakan daerah domisilinya di Kelurahan Tambun kerap menjadi langganan banjir. Banjir pertama yang terjadi pada sabtu 3 Juni lalu, ketinggian air mencapai 1 meter lebih dan menggenangi seluruh rumah warga yang ada di Kelurahan Tambun, Kecamatan Baolan itu.

    Warga Kelurahan Tambun, Kecamatan Baolan, berharap pemerintah secepatnya melakukan antisipasi terhadap kondisi ini, mengingat wilayah setempat menjadi langganan Banjir. “Sungai Tambun ini sudah dangkal sehingga kalau datang hujan dengan intensitas tinggi tidak mampu untuk menampung air. Upaya pengerukan seharusnya dilakukan,” harapnya.

    Banjir susulan yang terjadi pada selasa petang hingga malam hari ini dilaporkan belum ada korban jiwa. Namun warga yang terkena dampak banjir kembali membersihkan rumah mereka. Kondisi Kabupaten Tolitoli sejak pagi tadi masih di guyur hujan.

    AMAR BURASE


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lima Warisan Iptek yang Ditinggalkan BJ Habibie si Mr Crack

    BJ Habibie mewariskan beberapa hal yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan dan teknologi. Warisannya berupa lembaga, industri, dan teori kelas dunia.