Jelang Lebaran, Banser Ditarik dari Perbatasan Indonesia-Filipina

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas (kiri) memeriksa Barisan Banser NU dalam Apel Kebangsaan dan Kemah Kemanusiaan di Bumi Perkemahan Ragunan, Jakarta, 18 April 2017. Belum ada informasi soal ikut-tidaknya pasukan Banser membantu pengamanan Pilkada DKI. ANTARA/Sigid Kurniawan

    Ketua Umum GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas (kiri) memeriksa Barisan Banser NU dalam Apel Kebangsaan dan Kemah Kemanusiaan di Bumi Perkemahan Ragunan, Jakarta, 18 April 2017. Belum ada informasi soal ikut-tidaknya pasukan Banser membantu pengamanan Pilkada DKI. ANTARA/Sigid Kurniawan

    TEMPO.CO, Manado--  Barisan Serbaguna (Banser) Nahdlatul Ulama Sulawesi Utara  menarik sementara anggotanya yang ditugaskan ikut berpatroli bersama polisi dan tentara di wilayah perbatasan Indonesia - Filipina , tepatnya di Kaubupaten Talaud. Penarikan anggota dikarenakan menjelang Idul Fitri.

    Saat ini  Banser NU yang ikut mengamankan perbatasan untuk mencegah masuknya ISIS dari Marawi, Filipina Selatan ke Indonesia. Mereka ditempatkan di tiga pulau terluar, yakni Kepulauan Kawaluso, Kepulauan Matutuang dan Kepulauan Marore.

    Baca: Belajar Toleransi dari Riyanto, Banser Korban Bom Natal

    Menurut Komandan Satuan Koordniasi Wilayah (Satkorwil) Banser Sulawesi Utara Hi Ali Tumiwan penarikan anggota Banser dari perbatasan selain persiapan lebaran juga untuk persiapan pengamanan pada malam takbir.

    "Sejak tanggal 3 Juni kemarin kami diminta tolong oleh Kapolres Sangihe dan Komandan Kodim 1301 Sangihe-Talaud untuk ikut bersama dengan mereka melakukan pengamanan di perbatasan dari bahaya ISIS," kata Tumiwan, Rabu, 14 Juni 2017.

    Simak: Banser GP Ansor Gelar Kirab Kebangsaan

    Ketua Pengurus Wilayah Gerakan Pemuda Ansor Sulawesi Utara Yusra Alhabsy mengatakan keterlibatan langsung anggota Banser dalam menjaga perbatasan merupakan bukti nyata  Ansor dan Banser ikut berada di garis depan untuk memerangi kelompok radikal yang ingin menggerogoti persatuan Indonesia.

    "Sebagaimana perjuangan para ulama untuk menyatukan NKRI,  kita harusnya tetap menjaga NKRI dari ancaman-ancaman paham yang ingin merusak tatanan NKRI selama ini. Inilah kenapa kami terlibat langsung menjaga perbatasan dari ancaman masuknya ISIS yang diisukan dari Marawi akan datang ke Sulawesi Utara," kata Alhabsy.

    ISA ANSHAR JUSUF


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polusi Udara Pembunuh Diam-diam

    Perubahan iklim dan pencemaran udara menyebabkan lebih dari 12,6 juta kematian per tahun. Jumlah korban jiwa ini belum pernah terjadi sebelumnya.