Bulan Puasa, Jumlah Sampah Naik 20 Persen Tiap Hari

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga beraktivitas di dekat Sungai Gendong yang dipenuhi sampah yang berada di kawasan Muara Baru, Jakarta, 2 Juni 2017. Pemprov DKI bersama dengan Pemerintah Pusat akan menata kawasan kumuh di DKI Jakarta melalui program 100-0-100. ANTARA/Aprillio Akbar

    Warga beraktivitas di dekat Sungai Gendong yang dipenuhi sampah yang berada di kawasan Muara Baru, Jakarta, 2 Juni 2017. Pemprov DKI bersama dengan Pemerintah Pusat akan menata kawasan kumuh di DKI Jakarta melalui program 100-0-100. ANTARA/Aprillio Akbar

    TEMPO.CO, Kendari - Selama  bulan Ramadan, volume sampah di Kota Kendari mengalami peningkatan. Hal ini terlihat dari meningkatnya volume sampah yang masuk di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sampah Puuwatu, Kota Kendari.

    Kepala Seksi Pengolahan TPA Puuwatu, Abdullah Syam mengatakan peningkatan sampah selama ramadhan mencapai 20 sampai 25 persen. Ia menjelaskan, sebelum ramadhan, sampah yang masuk di TPA Puuwatu antara 130 hingga 140 meter kubik.

    “Untuk keseluruhan disini ada  44 truk yang beroperasi. Kalau hari biasa mereka hanya memuat satu kali saja. Namun  selama bulan ramadhan, biasa mobil memuat sebanyak dua kali. Tapi tidak semuanya, beberapa mobil saja,” kata Abdullah Syam di TPA Puuwatu Rabu, 14 Juni 2017.

    Baca: Menteri Luhut: 22 Persen Isi Perut Ikan Tercemar

    Kata Abdullah, selama bulan puasa produksi sampah  didominasi sampah rumah tangga dan atau sampah basah. Selain mobil pengangkut sampah dari TPA sendiri, terkadang warga juga membawa langsung sampahnya ke TPA Puuwatu. “Bulan Ramadan tahun ini banyak juga mobil dari warung makan yang masuk bawa sampah,” tambahnya.

    Baca: Luhut: Sampah Plastik Ancam Industri Pariwisata

    Bertolak dari pengalaman tahun –tahun sebelumnya, diperkirakan volume sampah yang akan masuk ke TPA Puuwatu akan bertambah banyak  usai perayaan hari raya lebaran. Kata Abdullah rata-rata peningkatannya diatas 50 persen.

    “Kalau habis lebaran, puncaknya itu dari hari pertama lebaran sampai sepuluh hari kedepan. Kalau hari pertama lebaran sampah itu didominasi sampah kering seperti koran san juga bungkusan makanan ringan anak anak,” terangnya.

    ROSNIAWANTY FIKRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kerusuhan Manokwari, Bermula dari Malang Menjalar ke Sorong

    Pada 19 Agustus 2019, insiden Kerusuhan Manokwari menjalar ke Sorong. Berikut kilas balik insiden di Manokwari yang bermula dari Malang itu.