Ketua DPD RI Berharap Melalui KNPI Pemuda Indonesia Lebih Terarah

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • KNPI mewakili pemuda Indonesia, bukan mewakili partai.

    KNPI mewakili pemuda Indonesia, bukan mewakili partai.

    INFO NASIONAL - Ketua Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia Oesman Sapta menerima kunjungan DPP Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) di ruang delegasi lantai 8 Nusantara III, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu 14 Juni 2017. Dalam kesempatan tersebut KNPI ingin menunjukkan eksistensinya dan meminta dukungan atas program-program yang akan dijalankan KNPI.

    Salah satu acara yang akan digelar KNPI adalah Konferensi Pemuda Asean pada 7-9 Agustus di Bali. Di antara yang akan dibahas adalah keamanan Asean dan demokratisasi. Masing-masing negara akan mengirimkan lima  perwakilan. "Tujuan dari acara ini adalah untuk memperkuat komunitas, KNPI tidak berfokus pada gerakan politik, tapi pada mengembangkan jiwa-jiwa kepemimpinan", ujar Ketua Umum KNPI Muhammad Rifai Darus. 

    Oesman Sapta mengatakan bahwa DPD RI akan mendukung untuk menghidupkan kembali KNPI agar pemuda Indonesia lebih terarah, namun KNPI harus membangun sistem yang baik."KNPI tidak mewakili partai tapi pemuda indonesia, kalau itu komitmennya, DPD bisa membantu, apalagi di daerah-daerah, kita bisa mengajak pemuda daerah untuk bergabung dengan KNPI", ujar senator dari Kalimantan Barat ini. 

    Oesman Sapta juga berharap anggota KNPI nantinya bisa menjadi anggota parlemen. KNPI bisa menunjang putra putrinya untuk masuk parlemen, khususnya DPD RI, agar lembaga ini bisa lebih berkualitas. "Jadi nanti satu orang di setiap provinsi bisa diwakili oleh anggota KNPI. Dengan bisa menyuarakan aspirasi daerah melalui KNPI di parlemen berarti ada satu kemajuan berpikir", kata Oesman Sapta. 

    Anggota DPD dari Provinsi Bali Gede Pasek Suardika dan I Kadek Arimbawa serta Seskretaris Jenderal DPD RI Sudarsono Hardjosoekarto turut hadir dalam pertemuan tersebut ini.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal Penting di Rengasdengklok Sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945

    Satu hari sebelum teks Proklamasi dibacakan, ada peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Kejadian itu dikenal sebagai Peristiwa Rengasdengklok.