Rencana Novel Baswedan Setelah Kedua Matanya Sembuh

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Novel Baswedan

    Novel Baswedan

    TEMPO.CO, Jakarta - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan optimistis kedua matanya bisa sembuh. Pasca-menjalani operasi pemasangan sel membran, ia merasa kondisi matanya membaik.

    Novel menuturkan, kedua matanya sedang dipasangi membran untuk mempercepat pertumbuhan kulit kornea. Kalau kulit kornea sudah tumbuh, ia mengatakan, upaya penyembuhan bisa optimal. "Tapi memang kemungkinan besar tidak bisa pulih total. Terutama mata kiri," ujarnya kepada Tempo saat dihubungi melalui telepon kakaknya, Kamis, 16 Juni 2017.

    Baca: WAWANCARA EKSKLUSIF Novel Baswedan: Saya Tunggu Janji Kapolri (1)

    Kondisi mata kanan Novel lebih baik ketimbang mata kiri. "Tapi membrannya belum dilepas. Setelah dilepas. Kita lihat hasilnya. Saya optimistis bisa sembuh. Insya Allah," kata dia.

    Penyidik KPK ini masih menjalani perawatan di Singapore General Hospital, Singapura. Ia belum mengetahui berapa persen kondisi matanya yang rusak bisa disembuhkan. "Enggak bisa diprediksi. Saya bertanya kepada dokter, dokternya enggak ada yang bisa ngomong begitu," ucapnya.

    Novel Baswedan dirawat sejak 11 April 2017, setelah wajahnya disiram dua orang asing memakai air keras sehabis salat subuh di masjid kompleks perumahannya di Kelapa Gading, Jakarta Utara.

    Baca: WAWANCARA EKSKLUSIF Novel Baswedan: Banyak Bukti dan Saksi (2)

    Sesaat setelah disiram, Novel sempat membasuh mukanya. "Sekitar 20 detik setelah disiram, saya mendapat air, kemudian saya basuh muka selama lima menit lebih," ia menjelaskan. Setelah itu, tetangganya membawanya ke Rumah Sakit Mitra Keluarga, Kelapa Gading, Jakarta Utara, kemudian dipindahkan ke Rumah Sakit Jakarta Eye Center, Jakarta Pusat, sebelum akhirnya dibawa ke Singapura, selang sehari setelah kejadian.

    Setelah sembuh, Novel Baswedan mengatakan dirinya akan kembali menjadi penyidik KPK. Meski penglihatannya tak akan kembali seratus persen, Novel yakin bisa menjadi penyidik KPK lagi untuk terus mengungkap banyak skandal korupsi besar di negeri ini.  

    GADI MAKITAN | RINA W.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal Penting di Rengasdengklok Sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945

    Satu hari sebelum teks Proklamasi dibacakan, ada peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Kejadian itu dikenal sebagai Peristiwa Rengasdengklok.