Sadis, Suami Bakar Istri karena Melihat Bekas Ciuman di Dada

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Mayat

    Ilustrasi Mayat

    TEMPO.CO, Surabaya - Ilham Roiz, 41 tahun, warga Jalan Kampung Malang Tengah, Surabaya, Jawa Timur, tega membunuh istrinya, Utie Arisanti, 41 tahun. Karena cemburu, ia menyiram istrinya dengan pertamax dan membakarnya dalam keadaan hidup.

    "Motif sementara cemburu. Tersangka cemburu karena korban diduga menerima pesan singkat dari orang lain," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Jawa Timur, Komisaris Besar, Frans Barung Mangera di Mapolda Jawa Timur, Selasa, 13 Junu 2017.

    Baca: Suami Membunuh Istri, Mayat Dikubur di Pekarangan Rumah

    Barung menuturkan pembunuhan dilakukan tersangka di sebuah parit di persawahan Desa Kesamben Wetan, Kecamatan Driyorejo, Kabupaten Gresik, Rabu malam, 7 Juni 2017. Adapun tersangka melarikan diri dan berhasil ditangkap di sebuah masjid di Sleman, Yogyakarta, dua hari kemudian.

    Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Gresik Ajun Komisaris Adam Purbantoro mengungkapkan tersangka mengajak korban keluar membeli gado-gado sebelum melakukan pembunuhan. Saat menunggu membeli gado-gado, tersangka membeli pertamax yang disimpan di dalam plastik.

    Simak: Cemburu, Suami Bunuh Istri dan Menguburnya di Kebun Sendiri

    Di tengah jalan, tersangka mengajak korban berhubungan badan di persawahan dengan alasan di kosan ramai karena ada anak-anak. Saat akan berhubungan, tersangka melihat payudara korban ada bekas ciuman. "Akhirnya cekcok, lalu tersangka menampar dan mencekik korban hingga pingsan."

    Tersangka lalu menyiramkan pertamax yang dibelinya ke seluruh tubuh istrinya, kemudian membakarnya. "Korban yang terbakar berontak karena kesakitan dan langsung berlari dengan berteriak meminta tolong. Karena ketakutan, tersangka lalu melarikan diri," kata Adam.

    Lihat: Tidak Kebagian Uang Jual Tanah, Pria Ini Nekat Bunuh Istri

    Polisi menjerat tersangka dengan Pasal 44 ayat (3) Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004 tentang penghapusan kekerasan dalam rumah tangga dan atau Pasal 340 Kitab Undang-undang Hukum Pidana. Ancamanya, maksimal 15 tahun atau seumur hidup atau penjara sementara selama 20 tahun.

    NUR HADI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal Penting di Rengasdengklok Sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945

    Satu hari sebelum teks Proklamasi dibacakan, ada peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Kejadian itu dikenal sebagai Peristiwa Rengasdengklok.