Panglima TNI Berencana Gelar Doa Massal Serba 17

Reporter

Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo memperkirakan adanya demonstrasi pada masa tenang Pemilihan Kepala Daerah DKI Jakarta. Gatot mengungkapkan setelah rapat koordinasi menjelang Pilkada Serentak di Hotel Bidakara Jakarta, Selasa, 31 Januari 2017. Tempo / ARKHELAUS

TEMPO.CO, Jakarta - Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo merencanakan akan menggelar doa bersama dengan masyarakat pada 17 Agustus 2017 nanti. Kegiatan itu akan dikemas dengan unik karena pada momen itu akan banyak unsur angka 17, mulai dari tanggal 17, pukul 17.00, dan tahun 2017.

“Tanggal 17 Agustus 2017 kita gelorakan sebagai hari kasih sayang Indonesia. Kita berdoa bersama seluruh komponen anak bangsa," kata Gatot, dikutip dari siaran pers Pusat Penerangan Mabes TNI, Selasa, 13 Juni 2017.

Baca: Buka Puasa Bersama Anak Yatim, Panglima TNI Berkisah Soal Simbok

Doa massal itu, kata dia, rencananya diadakan di setiap markas atau kantor satuan jajaran TNI Angkatan Darat, Angkatan Laut, dan Angkatan Udara. Kegiatan itu juga dilakukan bersama dengan peringatan kemerdekaan Indonesia. "Diharapkan masyarakat ikut serta."

Gatot mengutip pernyataan Presiden Joko Widodo yang meminta agar sila pertama Pancasila, yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa, diperkuat kembali mulai 17 Agustus 2017.

Dalam kegiatan itu, Gatot Nurmantyo meminta semua umat beragama di Indonesia berdoa bersama selama 1 jam, mulai pukul 17.00 sampai 18.00 sesuai tata cara agama dan waktu wilayah masing-masing.

YOHANES PASKALIS






10 Kasus Nikita Mirzani Membuatnya Harus Berurusan dengan Polisi

26 Juli 2022

10 Kasus Nikita Mirzani Membuatnya Harus Berurusan dengan Polisi

Nikita Mirzani ditangkap Satreskrim Polresta Serang Kota Polda Banten di Senayan City, Jakarta Selatan, 21 Juli 2022. Ini kontroversi lainnya.


UAS Ditolak Singapura, Wamenag: Jangan Dikaitkan Soal Pesanan Jakarta

20 Mei 2022

UAS Ditolak Singapura, Wamenag: Jangan Dikaitkan Soal Pesanan Jakarta

Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa'adi menyatakan prihatin terhadap kasus pencekalan Ustad Abdul Somad atau UAS di Singapura.


Hadir di Partai Pelita, Gatot Nurmantyo Bilang Tidak Berpartai

16 Mei 2022

Hadir di Partai Pelita, Gatot Nurmantyo Bilang Tidak Berpartai

Gatot Nurmantyo tidak merinci apakah dirinya diajak Din hanya sekedar untuk hadir di rakernas atau diajak menjadi kader partai.


Din Syamsuddin Bilang Partai Pelita Lahir untuk Perbaiki Kerusakan Struktural

16 Mei 2022

Din Syamsuddin Bilang Partai Pelita Lahir untuk Perbaiki Kerusakan Struktural

Din Syamsuddin menjelaskan Partai Pelita tetap terbuka untuk bekerja sama dengan partai politik manapun.


Kala Gatot Nurmantyo Ikut Tampil di Rakernas Partai Pelita

16 Mei 2022

Kala Gatot Nurmantyo Ikut Tampil di Rakernas Partai Pelita

Gatot Nurmantyo secara dadakan diminta memberi testimoni soal Partai Pelita dalam Rakernas yang dibuka Din Syamsuddin hari ini.


Rakernas Partai Pelita, Din Syamsuddin Sebut Gatot Nurmantyo Jenderal Aktivis

16 Mei 2022

Rakernas Partai Pelita, Din Syamsuddin Sebut Gatot Nurmantyo Jenderal Aktivis

Ketua MPP Partai Pelita Din Syamsuddin mengatakan Gatot Nurmantyo merupakan rekannya di Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia.


Relawan Ini Dukung Andika Perkasa Maju dalam Bursa Capres 2024

28 Maret 2022

Relawan Ini Dukung Andika Perkasa Maju dalam Bursa Capres 2024

Kelompok Beta Sigap Ambon Manise menggelar deklarasi dukungan terhadap Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa sebagai Calon Presiden 2024.


Ini Alasan PKB Ajak Gatot Nurmantyo Jadi Kader

25 Februari 2022

Ini Alasan PKB Ajak Gatot Nurmantyo Jadi Kader

PKB melihat Gatot Nurmantyo terikat sumpah sapta marga, memiliki jiwa pengabdian yang tak pernah padam kepada rakyat, bangsa dan negara.


PKB Ajak Gabung Gatot Nurmantyo Jadi Kader Usai Gugatannya Ditolak MK

25 Februari 2022

PKB Ajak Gabung Gatot Nurmantyo Jadi Kader Usai Gugatannya Ditolak MK

Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) serius mengajak mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo bergabung menjadi kader.


Gatot Nurmantyo dkk Sebut Jokowi Gagal Kelola Jalannya Pemerintahan

13 November 2021

Gatot Nurmantyo dkk Sebut Jokowi Gagal Kelola Jalannya Pemerintahan

Kondisi demokrasi, ekonomi, HAM, serta praktik-praktik rente kebijakan dan korupsi di bawah pemerintahan Jokowi dianggap memburuk tidak terkendali.