Bantah Terima Uang E-KTP, Marzuki Alie: Saya Lebih Kaya dari Kamu  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua DPR, Marzuki Alie. TEMPO/Subekti

    Ketua DPR, Marzuki Alie. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Mantan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Marzuki Alie, merasa risih menanggapi ihwal pencatutan namanya dalam sidang pemeriksaan terdakwa kasus Kartu Tanda Penduduk elektronik (e-KTP), Irman, kemarin. Dalam kasus itu, ia diduga ikut menerima duit proyek e-KTP senilai Rp 20 miliar.

    Munculnya nama Marzuki berawal ketika pengusaha rekanan proyek e-KTP, Andi Agustinus alias Andi Narogong, merinci sejumlah nama yang bakal mendapat jatah proyek. Adapun rinciannya adalah K atau kuning untuk Partai Golkar Rp 150 miliar, B atau biru untuk Partai Demokrat Rp 150 miliar, M atau merah untuk PDI Perjuangan Rp 80 miliar.

    Baca juga: Marzuki Alie Bantah Marah Dapat Jatah Sedikit di Proyek E-KTP

    Selain itu, muncul inisial MA atau Marzuki Alie sebesar Rp 20 miliar. Namun Marzuki membantah telah menerima duit tersebut. “Eh, kamu (Andi Narogong) enggak usah ngasih duit, saya lebih kaya dari kamu, kok,” katanya saat dihubungi Tempo, Selasa, 13 Juni 2017.

    Marzuki menuturkan bantahan tersebut tidak hanya ia sampaikan satu atau dua kali. Dia mengaku berkali-kali membantah telah menerima uang. Bahkan ia memastikan tidak pernah mengenal dan bertemu dengan Andi. “Kenal di mana, apa pernah bertemu, saya enggak tahu (Andi Narogong),” ujarnya.

    Pada Maret 2017, Marzuki juga telah melaporkan Andi ke Bareskrim. Ia menilai pencatutan namanya sebagai bentuk penghinaan. Ia menyebut Andi adalah orang yang tidak tahu diri karena telah menyebut namanya dalam kasus e-KTP.

    Marzuki mengaku pencatutan namanya dalam kasus proyek e-KTP tidak hanya sekali. Sebelumnya, dalam isu pembangunan Gedung DPR, ia pun diduga terlibat dalam penyimpangan proyek tersebut. “Saya anggap ini sebagai ujian dari Tuhan,” ucapnya.

    DANANG FIRMANTO

    Video Terkait: Sidang Kasus E-KTP, Irman: Saya Tertekan Intervensi DPR




     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Akar Bajakah Tunggal, Ramuan Suku Dayak Diklaim Bisa Obati Kanker

    Tiga siswa SMAN 2 Palangka Raya melakukan penelitian yang menemukan khasiat akar bajakah tunggal. Dalam penelitian, senyawa bajakah bisa obati kanker.