Besok, Buni Yani Mulai Diadili di Pengadilan Negeri Bandung

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tersangka dugaan ujaran kebencian Buni Yani menjalani pemeriksaan di Kejaksaan Negeri Depok, 10 April 2017. Tempo/Imam Hamdi

    Tersangka dugaan ujaran kebencian Buni Yani menjalani pemeriksaan di Kejaksaan Negeri Depok, 10 April 2017. Tempo/Imam Hamdi

    TEMPO.CO, Bandung- Sidang perdana kasus dugaan ujaran kebencian dengan terdakwa Buni Yani  akan digelar di Pengadilan Negeri Bandung, Selasa besok, 13 Juni 2017. Sidang dengan agenda pembacaan dakwaan oleh jaksa penuntut umum.

    Pejabat Hubungan Masyarakat Pengadilan Negeri Bandung Wasdi Permana mengatakan pengadilan sudah menunjuk lima hakim untuk mengadili Buni Yani. Mereka adalah M. Saptono, M, Razzad, Judijanto Hadi Laksana dan I Dewa Gede Suarditha. "Hakim ketuanya Pak M. Saptono," ujar Wasdi saat dihubungi Tempo, Senin, 12 Juni 2017.

    Baca: Pertimbangkan Keamanan, Sidang Buni Yani Digelar di Bandung

    Wasdi menuturkan sidang akan digelar di Ruangan 1 Pengadilan Negeri Bandung yang memilki kapasitas sekitar 150 pengungjung. Menurut dia apabila pengunjung membeludak dan suasana tidak kondusif, sidang akan dipindahkan ke Gedung Arsip, Jalan Seram, Bandung.

    "Skema pengamanan sudah diatur Polrestabes Bandung. Kalau suasan tidak kondusif sidang akan dipindahkan ke Jalan Seram," ujar Wasdi.

    Buni Yani ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan melontarkan ujaran kebencian dengan mengunggah potongan video pidato Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang menyinggung Surat Al-Maidah ayat 51 di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu, 27 September 2016.

    Simak: Memastikan Hakim Kasus Buni Yani Bukan Hakim Sidang Ahok

    Buni Yani  menyertakan transkrip ucapan Ahok dalam video berdurasi setengah menit yang diunggahnya itu. Namun video itu dipersoalkan karena mengedit pidato Ahok.

    IQBAL T. LAZUARDI S


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal Penting di Rengasdengklok Sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945

    Satu hari sebelum teks Proklamasi dibacakan, ada peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Kejadian itu dikenal sebagai Peristiwa Rengasdengklok.