500 Butir Bahan Peledak Ditemukan di Bandara Hasanuddin Makassar

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Barang bukti selongsong detonator berupa potongan almunium  saat gelar barang bukti di lokasi ledakan bom di Bugulkidul, Pasuruan, Jawa Timur (13/2). TEMPO/Aris Novia Hidayat

    Barang bukti selongsong detonator berupa potongan almunium saat gelar barang bukti di lokasi ledakan bom di Bugulkidul, Pasuruan, Jawa Timur (13/2). TEMPO/Aris Novia Hidayat

    TEMPO.CO, Makassar - Petugas keamanan Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar kembali menemukan 500 butir bahan peledak berupa detonator yang terbungkus dalam paket siap kirim pada Minggu 11 Juni 2017 sekitar pukul 04.30 Wita. Bahan peledak itu awalnya diperiksa oleh petugas X-ray bernama Tri, kemudian paket itu diserahterimakan di Ruangan Air Cargo Terminal Supervisor RA Cargo.

    "Kita sudah serahkan temuan bahan peledak denator itu ke Kepolisian Sektor Bandara untuk diproses lebih lanjut," tutur Juru bicara PT Angkasa Pura I Bandara Sultan Hasanuddin, I Turah Ajiari, Ahad, 11 Juni 2017.

    Baca juga:

    Bahan Peledak Ditemukan di Bandara Sultan Hasanuddin

    Dia mengatakan bahwa setiap temuan barang berbahaya, baik itu bahan peledak atau narkoba. Maka petugas atau pengelola bandara harus cepat mensterilkan situasi dan memastikan jika orang dan barang yang akan diangkut melalui angkutan udara dalam keadaan aman. "Kami ingin mendukung keselamatan penerbangan, jika dalam tugas ditemukan barang berbahaya," kata Turah. "Jadi seusai aturan maka kita harus laporkan ke polisi."

    Sementara itu, Kepala Polsek Bandara Hasanuddin Inspektur Satu Ahmad mengatakan bahan yang ditemukan oleh petugas di layar X-ray memang mencurigakan. Sehingga Tri, petugas pemindai bandara berinisiatif membawa barang itu ke area steril. "Bahan peledak itu ditemukan dalam lima bungkus bersama kue, dengan rinciannya sebungkus itu berisikan seratus butir," kata Ahmad.

    Baca pula:

    Bom Sarinah, Bandara Sultan Hasanuddin Siaga Satu

    Menurut dia, saat ini petugas bandara bersama aparat polisi telah mengamankan detonator tersebut kemudian menyerahkan ke Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan. Karena data pengirimnya bernama H. Jamaluddin, yang beralamat di Daeng Karamang Sungguminasa, Kabupaten Gowa dan penerima H. Raji, beralamat Jalan MT Haryona gang Cendrawasih No. 20B RT. 01 RW. 01 Katapang Kalimantan Barat.

    Dan rencana paket tersebut akan dikirim menggunakan pesawat Garuda nopen GA-611 dengan tujuan Pontianak (PNK). "Ini yang sedang kami telusuri karena menggunakan jasa pengiriman JNE. Kita sementara cari tahu identitas pengirim, bisa jadi identitas palsu," ucap dia. Terkait nomor telepon yang tertera di paket, ia mengaku saat dihubungi masih dalam kondisi aktif.

    Sebelumnya paket bahan peledak ini juga sudah pernah ditemukan di Bandara Sultan Hasanuddin Makassar pada Januari 2017 lalu. Saat itu petugas keamanan bandara menemukan 300 detonator yang ingin digunakan untuk mengebom ikan.

    DIDIT HARIYADI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal Penting di Rengasdengklok Sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945

    Satu hari sebelum teks Proklamasi dibacakan, ada peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Kejadian itu dikenal sebagai Peristiwa Rengasdengklok.