Ketua MPR: Walau Yatim Piatu, Jangan Pernah Menyerah

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua MPR: Walau Yatim Piatu, Jangan Pernah Menyerah

    Ketua MPR: Walau Yatim Piatu, Jangan Pernah Menyerah

    INFO NASIONAL - “Walaupun kalian yatim piatu, kalian jangan pernah menyerah, jangan pupus harapan. Kalian bisa menjadi apapun di negara ini asal kalian pantang menyerah dan bekerja keras,” ujar Ketua MPR RI Zulkifli Hasan. Hal ini diungkapkn saat menghadiri soft launching Sekolah Ayah dan Ibu Negeri (SAIN) sekaligus pemberian santunan kepada 250 anak yatim dari Gerakan Ibu Negeri (GIN) pimpinan Neno Warisman di Masjid At Tin, TMII Jakarta, Sabtu 10 Juni 2017.

    Ada satu momen yang menyentuh hati saat Zulkifli Hasan memandang ratusan anak yatim dan yatim piatu yang sedang antusias mendengarkan paparan sosialisasi. Zulkifli Hasan teringat akan dirinya yang ditinggal ibunda untuk selama-lamanya saat menginjak masa remaja dan adik-adiknya masih sangat kecil. Kenangan yang masih diingat akan ibunya adalah ajaran-ajaran sang ibunda yang tak pernah akan dilupakannya.

    Kepada ratusan anggota Gerakan Ibu Negeri yang hadir, Zulkifli Hasan juga berpesan agar pendidikan anak jangan ditinggalkan harus terus diupayakan agar anak-anak bisa mendapatkan pendidikan. “Pendidikan adalah modal anak-anak untuk maju. Apapun kegiatan yang mengembangkan bidang pendidikan bangsa, saya akan sangat mendukung, termasuk Gerakan Ibu Negeri ini,” ujarnya.

    Pimpinan Gerakan Ibu Negeri Neno Warisman menyampaikan terima kasih atas dukungan Ketua MPR Zulkifli Hasan. “Bang Zul saya tahu punya kepedulian besar pada pendidikan. Saya bersyukur sekali ada pejabat publik yang bersedia mewakafkan waktunya untuk Ibu Negeri. Terima kasih, Bang Zul,” tuturnya. (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal Penting di Rengasdengklok Sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945

    Satu hari sebelum teks Proklamasi dibacakan, ada peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Kejadian itu dikenal sebagai Peristiwa Rengasdengklok.