Kisah WNI di Qatar, Pasca Putus Hubungan Diplomatik Negara Teluk

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Keluarga Euneke Verawati dan  Al Fadjri, WNI yang tinggal di Qatar. Foto: Euneke Verawati

    Keluarga Euneke Verawati dan Al Fadjri, WNI yang tinggal di Qatar. Foto: Euneke Verawati

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemutusan hubungan diplomatik  Qatar oleh beberapa negara di Kawasan Teluk yang dimotori Arab Saudi, Mesir,  Uni Emirat Arab, pekan lalu memunculkan kekhawatiran terhadap  warga negara Indonesia (WNI) yang tinggal di Qatar. Isu krisis pangan, air bersih serta diberlakukannya jam malam mengemuka hari-hari belakangan.

    “Suasannya tidak semencekam seperti yang diberitakan media-media, semua kegiatan berjalan rutin dan normal seperti biasanya,” kata Al Fadjri,  46 tahun, yang sudah sejak 2012 bekerja di Qapco (Qatar Petrochemical Company) di Qatar, sebagai  External Warehouse Specialist. Ia lima tahun ini bersama keluarganya menetap di Al Wakrah, sekitar 30 menit dari Doha, Ibu kota Qatar.

    Baca juga:

    Dikeroyok Arab Saudi Cs, Qatar : Kami Tak Akan Menyerah

    Euneka Verawati, istri Al Fadjri pun kepada Tempo, 11 Juni 2017, mengungkapkan bahwa sebagai ibu rumah tangga, kegiatan hariannya mengantarkan dua anaknya Aleena dan  Andien bersekolah di English Modern School (EMS) pun tak terganggu. Sekolah berlangsung seperti biasanya, pukul 08.00 – 12.30 waktu setempat.

    “Kabar  adanya penghentian hubungan diplomatik terhadap Qatar oleh beberapa negara itu, saya dengar Senin, 5 Juni 2017 sekitar pukul 14.00 (waktu setempat) dari seorang teman,” kata Vera. Saat itu ia tengah berbelanja di sebuah supermarket, dan ia melihat tidak terlihat kepanikan warganya, situasinya normal saja.

    Baca pula:

    Diisolasi Arab Saudi, Qatar Akan Terima Makanan dari Iran

    Kemudian, Vera dan Al Fadjri mengaku memperoleh informasi dari KBRI yang mengharapkan WNI yang tinggal di Qatar tetap tenang namun waspada mengikuti perkembangan yang terjadi, tidak perlu mengambil langkah-langkah yang berlebihan kerena Qatar masih dalam situasi aman dan terkendali.

    Saling komunikasi antar-WNI di Qatar berjalan baik, mereka saling mengingatkan dan memberi kabar. “Semua WNI di sini berdoa untuk Qatar, karena banyak WNI yang sudah lama tinggal di sini, bahkan ada yang puluhan tahun tinggal di  Qatar dan tentu saja kami berharap semua akan baik saja dan damai,” kata Vera.

    Silakan baca:
    Mengejutkan, Arab Saudi Putuskan Hubungan dengan Qatar  

    Enam hari setelah pemutusan hubungan diplomatik tersebut, Al Fadjri bekerja seperti biasanya, “Kondisinya aman, ridak ada yang berubah,” kata dia. Juga vera, tidak menemukan kesulitan memperoleh kebutuhan pangan saat berbelanja untuk kebutuhan dapurnya. “Stok makanan di hypermarket di Qatar tidak berkurang, memang kemarin sempat habis karena diserbu pengunjung khususnya yang diimpor dari Arab Saudi seperti susu dan daging ayam, tapi sekarang normal kembali,” katanya.

    Bahkan isu adanya jam malam pun tak ia temukan buktinya. “Tidak ada peringatan jam malam, ini karena Ramadan di musim summer, semua warga keluar waktu malam. Termasuk kami, masih melakukan bukber (buka bersama) sampai rumah pukul 23.00 (waktu setempat), tidak ada masalah. Aman-aman saja,” kata dia.

    Al Fadjri dan Vera mengabarkan kepada keluarga dan kenalan di Indonesia yang mengkhawatirkan keadaan mereka di Qatar melalui media sosial, bahwa situasinya setelah konflik hubungan diplomatik tersebut tak seburuk yang dibayangkan mereka di Indonesia. “Semua berjalan seperti biasanya, tidak ada perbedaan dengan sebelumnya, semoga baik-baik terus ke depannya,” kata Vera.

    S. DIAN ANDRYANTO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kerusuhan Manokwari, Bermula dari Malang Menjalar ke Sorong

    Pada 19 Agustus 2019, insiden Kerusuhan Manokwari menjalar ke Sorong. Berikut kilas balik insiden di Manokwari yang bermula dari Malang itu.