Pasca-OTT Jaksa, Aktivis Bengkulu Pertanyakan Kasus Korupsi Lain  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pejabat Balai Sungai Sumatra VII Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Provinsi Bengkulu berinisial  AA digiring petugas KPK saat akan dibawa ke Jakarta di Mapolda Bengkulu, 9 Juni 2017. ANTARA FOTO

    Pejabat Balai Sungai Sumatra VII Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Provinsi Bengkulu berinisial AA digiring petugas KPK saat akan dibawa ke Jakarta di Mapolda Bengkulu, 9 Juni 2017. ANTARA FOTO

    TEMPO.CO, Bengkulu – Pasca-penangkapan Kepala Seksi Intel III Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bengkulu Parlin Purba pada operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) beberapa hari lalu, membuat aktivis antikorupsi mempertanyakan kembali beberapa kasus besar yang telah diputihkan lembaga tersebut.

    "Kejadian ini menjadi bahan evaluasi kita terhadap kinerja Kejati Bengkulu terutama kasus yang diputihkan," kata Direktur Pusat Kajian Anti Korupsi (Puskaki) Bengkulu Melyansori pada Ahad, 11 Juni 2017.

    Baca: KPK Tahan 3 Tersangka Perkara Proyek BWS Bengkulu di Tempat Berbeda

    Melyansori mengatakan ada beberapa kasus besar dan menjadi sorotan masyarakat, tapi sayangnya dihentikan oleh kejaksaan tanpa alasan yang kuat, seperti kasus dugaan tindak pidana korupsi (tipikor) pembangunan Pasar Tradisional Modern (PTM) Panorama, dan dugaan tindak pidana korupsi bansos Pemerintah Kota Bengkulu tahun 2012 yang melibatkan banyak petinggi Pemerintah Kota Bengkulu, termasuk Wali Kota yang sempat menjadi tersangka dan beberapa mantan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Bengkulu.

    Selanjutnya, perkara korupsi gratifikasi anggota DPRD Kota Bengkulu dalam pembahasan dan pengesahan APBD Kota Bengkulu tahun 2012, 2013, dan 2014. Serta kasus perjalanan dinas fiktif anggota DPRD Kota Bengkulu dan staf sekretariat DPRD.

    Simak pula: Tangkap Intel Kejati Bengkulu, KPK Usut Keterlibatan Jaksa Lain

    Kasus lainnya, menurut Melyansori, yakni kasus korupsi yang ditangani Ass Intel Kejati, yakni dugaan korupsi yang dilakukan media center Pemerintah Provinsi Bengkulu.

    "Kasus-kasus tersebut dihentikan padahal telah ada pelaku yang mengaku, pelaku yang divonis di pengadilan, pelaku yang mengembalikan uang yang dikorup, sayangnya kasus-kasus itu tidak dilanjutkan. Dari kejadian OTT di Bengkulu ini kita minta kasus-kasus tersebut dibuka kembali," katanya kemudian.

    PHESI ESTER JULIKAWATI

    Video Terkait:
    OTT Kejati Bengkulu, Jaksa Parlin Purba Terancam Dipecat




     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal Penting di Rengasdengklok Sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945

    Satu hari sebelum teks Proklamasi dibacakan, ada peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Kejadian itu dikenal sebagai Peristiwa Rengasdengklok.