Dewan Pers Larang Pejabat Beri THR Wartawan, Bupati Ini Mendukung

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO/Elik Susanto

    TEMPO/Elik Susanto

    TEMPO.CO, Lumajang - Bupati Lumajang, Jawa Timur, As'at menanggapi positif surat edaran  Dewan Pers  tentang larangan bagi pejabat memberikan tunjangan hari raya (THR) kepada wartawan maupun organisasi jurnalis. "Saya menyambut baik, walaupun itu tidak harus ditafsiri sendiri," kata As'at, Jumat, 9 Juni 2017.

    Dewan Pers mengirimkan surat edaran kepada Biro Humas dan Protokoler Pemerintah Kabupaten dan Kota se-Indonesia. Dewan Pers mengimbau untuk tidak melayani permintaan THR, permintaan barang dan permintaan sumbangan dalam bentuk apapun yang diajukan oleh organisasi wartawan.

    Baca: Dewan Pers: Gerilyapolitik.com Bukan Lembaga Penerbitan Pers

    Imbauan Dewan Pers dilandasi sikap moral dan etika profesi jurnalis dalam menjaga kepercayaan publik serta menegakkan integritas profesionalisme kewartawanan. "Juga untuk mendukung upaya pemberantasan praktek korupsi yang sedang marak saat ini," kata Ketua Dewan Pers Yosep Adi Prasetyo.

    Dewan Pers, kata Yosep, tidak dapat membiarkan praktek tidak terpuji di mana wartawan, perusahaan pers, atau organisasi wartawan yang banyak bermunculan belakangan ini meminta-minta sumbangan bingkisan ataupun THR.

    Simak: Tempo Laporkan JurnalIndonesia.id ke Dewan Pers

    Bupati As'at  berjanji memperhatikan edaran tersebut karena menyangkut penggunaan anggaran. "Kalau anggaran tidak diurus dengan hati-hati akan terjadi double accounting, sudah dapat fasilitas ini masih dapat fasilitas ini, fasilitas itu," kata As'at.

    As'at menilai, netralitas wartawan adalah wajib. Jangan sampai gara-gara tidak diberi THR wartawan kemudian subyektif dalam memberitakan tentang apa yang sudah dia kerjakan pemerintah untuk masyarakat.

    DAVID PRIYASIDHARTA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Akar Bajakah Tunggal, Ramuan Suku Dayak Diklaim Bisa Obati Kanker

    Tiga siswa SMAN 2 Palangka Raya melakukan penelitian yang menemukan khasiat akar bajakah tunggal. Dalam penelitian, senyawa bajakah bisa obati kanker.