Pramono Anung Heran Masih Ada Aksi Bela Ulama usai Pilkada DKI

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo (kiri) berbincang dengan Sekretaris Kabinet Pramono Anung (tengah) saat rapat terbatas di Kantor Presiden, Jakarta, 1 November 2016. Sebanyak 34 proyek pembangkit listrik yang mangkrak akan dilaporkan ke KPK. Tempo/Aditia Noviansyah

    Presiden Joko Widodo (kiri) berbincang dengan Sekretaris Kabinet Pramono Anung (tengah) saat rapat terbatas di Kantor Presiden, Jakarta, 1 November 2016. Sebanyak 34 proyek pembangkit listrik yang mangkrak akan dilaporkan ke KPK. Tempo/Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Sekretaris Kabinet Pramono Anung mengatakan Istana Kepresidenan heran masih ada aksi bela ulama setelah urusan Pilkada DKI Jakarta 2017 usai. Menurut Pramono, sudah saatnya aksi tersebut selesai dan beralih ke kegiatan lainnya yang lebih produktif.

    "Pemerintah menganggap sekarang ini waktunya untuk fokus kerja, kerja, dan kerja," ujar Pramono menanggapi Aksi Bela Ulama di Istana Kepresidenan, Jumat, 9 Juni 2016.

    Baca: Aksi 96, Presidium 212 Bentuk Panitia Penjemputan Rizieq Syihab

    Hari ini Presidium Alumni 212 kembali menggelar Aksi Bela Ulama untuk kesekian kalinya. Kali ini, bertajuk Aksi Bela Ulama 96.

    Sejumlah peserta mengklaim aksi itu perihal membela ulama yang dikriminalisasikan.

    Pramono melanjutkan bahwa aksi tersebut juga sudah terlalu sering ada. Dengan adanya aksi yang kesekian kalinya, ia takut sejumlah warga terjebak persoalan tarik-menarik yang tak kunjung selesai sebagai akibat dari ekses Pilkada DKI Jakarta.

    "Kita sudah waktunya untuk fokus meningkatkan kesejahteraan bagi semuanya," ujar Pramono
    merespons aksi bela ulama.

    ISTMAN MP


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Arab Saudi Buka Bioskop dan Perempuan Boleh Pergi Tanpa Mahram

    Berbagai perubahan besar yang terjadi di Arab Saudi mulai dari dibukanya bioskop hingga perempuan dapat bepergian ke luar kerajaan tanpa mahramnya.