Bursa Pilgub Jawa Timur, Risma: Bu Mega Sudah Setuju...

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini. Selain itu Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, Bupati Tapin Kalimantan Selatan Arifin Arpan, Bupati Malinau Kalimantan Utara Yansen Tipa Padan, Bupati Kulonprogo Daerah Istimewa Yogyakarta Hasto Wardoyo, dan Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

    Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini. Selain itu Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, Bupati Tapin Kalimantan Selatan Arifin Arpan, Bupati Malinau Kalimantan Utara Yansen Tipa Padan, Bupati Kulonprogo Daerah Istimewa Yogyakarta Hasto Wardoyo, dan Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

    TEMPO.CO, Surabaya - Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini akhirnya angkat bicara soal pengajuan namanya sebagai bakal calon gubernur dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Timur. DPC Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Kota Surabaya tengah menyodorkan namanya ke DPP sebagai kader yang cocok memimpin Jawa Timur.

    Semula perempuan 55 tahun itu enggan mengomentari perihal pencalonan ke Pilgub Jawa Timur tersebut. “No comment. Rahasia,” ucap Tri Rismaharini ketus saat ditanya wartawan dalam jumpa pers di ruang kerjanya, Kamis sore, 8 Juni 2017.


    Baca :
    Diajukan sebagai Bakal Calon Gubernur Jatim, Risma Irit Bicara

    Risma Diusung Maju Pilgub Jawa Timur, Kader PDIP: Harus Realistis

    Namun tak lama kemudian, ia mulai membuka suara. Risma mengaku sudah membicarakannya dengan Ketua Umum PDIP Megawati Sukarnoputri.

    Bahkan dengan gaya meledek, Risma mengatakan bahwa Megawati telah menyetujui sikapnya. “Aku sudah menyampaikan ke bu Mega, kok. Bu Mega sudah setuju bukan aku (yang maju),” ujarnya lalu setengah menjulurkan lidah ke arah wartawan.

    Risma beralasan, ia harus menuntaskan amanahnya sebagai Wali Kota Surabaya. Menurutnya, ia sudah disumpah agar menyelesaikan tugas-tugasnya kepada warga Surabaya semaksimal mungkin. Tanggung jawab itu, kata Risma, tidak ringan. “Saya jelaskan ke Ibu (Megawati), ‘saya belum selesai, Bu.’ Dan Ibu paham itu.”

    Begitu pula ketika disinggung mengenai statusnya sebagai kader PDIP. Meskipun diminta sebagai petugas partai, Risma menegaskan keputusannya sudah bulat. Ia tak akan bersedia maju ke bursa Pilgub Jatim mendatang.

    Wali kota perempuan pertama Kota Pahlawan itu mengingatkan peristiwa pengusulan namanya pada pemilihan gubernur sebelumnya.

    Nama Risma santer terdengar saat Pemilihan Gubernur DKI Jakarta, serta sempat direkomendasikan untuk menjadi menteri. “Dari awal sudah sampaikan ke Bu Mega. Aku ada alasannya,” tuturnya.

    Simak juga : Bursa Pilgub Jawa Timur 2018, Ada 6 Figur Diunggulkan DPD PDIP

    Sebelumnya, awal bulan ini DPC PDIP Kota Surabaya sepakat mengajukan nama Risma untuk meramaikan Pilgub Jawa Timur 2018. Risma dinilai potensial dan mempunyai kemampuan baik dalam melaksanakan pemerintahan serta populer di mata publik, sehingga layak dicalonkan menjadi bakal calon gubernur.

    Sekretaris DPC PDIP Surabaya, Saifuddin Zuhri mengatakan, pihaknya telah mengurus administrasi pendaftaran nama Risma dan tak merasa harus meminta kesediaannya. Menurut pria yang akrab disapa Abah Ipuk itu, nama-nama kader internal yang potensial untuk Pilgub Jawa Timur akan dikaji kelayakannya dan disaring lagi di tingkat Dewan Pimpinan Pusat (DPP). “Nanti setelah proses verifikasi dan penjaringan yang dilakukan DPP, baru ditanya apakah (Risma) siap atau tidak,” ucapnya.

    ARTIKA RACHMI FARMITA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal Penting di Rengasdengklok Sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945

    Satu hari sebelum teks Proklamasi dibacakan, ada peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Kejadian itu dikenal sebagai Peristiwa Rengasdengklok.