Jaksa Terkena OTT KPK, Prasetyo: Akan Saya Berhentikan  

Reporter

Editor

Budi Riza

Jaksa Agung HM Prasetyo dan Anggota I BPK Agung Firman Sampurna saat menyerahkan laporan hasil pemeriksaan keuangan Kejaksaan Agung 2016 di Sasana Pradana, Kejagung, Jakarta, 30 Mei 2017. Tempo/ARKHELAUS W

TEMPO.COJakarta - Jaksa Agung Muhammad Prasetyo mengaku prihatin dan menyayangkan ada seorang jaksa lagi yang ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Jaksa yang dimaksud diduga Parlin Purba, Kepala Seksi Intel III Kejaksaan Tinggi Bengkulu. Penangkapan berlangsung pada Jumat dinihari, 9 Juni 2017.

"Keadaan ini tidak berarti membuat saya harus membela dan sebagainya. Sejak beberapa kasus yang lalu pun, Kejaksaan tidak akan pernah membela, menghalang-halangi, atau melindungi," kata Prasetyo di Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan, Jumat.

Baca: Kata Kepala Kajati Bengkulu Soal Jaksa Bawahannya Terkena OTT KPK

Prasetyo mengaku menelepon salah satu Ketua KPK, Laode Muhammad Syarif, begitu mendengar informasi operasi tangkap tangan (OTT) itu. "Saya minta klarifikasi dari mereka apakah benar ada OTT untuk salah seorang oknum kejaksaan. Saya bahkan sampaikan silakan ditindaklanjuti, apa yang diperlukan bantuan dari kami," katanya.

Prasetyo menegaskan, jaksa yang tertangkap KPK belum bisa diberi sanksi sebelum statusnya jelas. "Hari ini juga, kalau dia (jaksa) dinyatakan sebagai tersangka, akan saya berhentikan," tuturnya.

Kepala Kejaksaan Tinggi Bengkulu Sendjun Manullang menghormati langkah hukum KPK terkait dengan penangkapan Kepala Seksi Intel III Parlin Purba. Sendjun mengakui penangkapan dilakukan di hadapannya dan disaksikan puluhan tamu dalam acara pisah sambut kepala kejaksaan di sebuah restoran di Kota Bengkulu. "Saya tidak tahu perkara apa, bisa jadi itu urusan pribadi, silakan KPK bekerja," ucap Sendjun.

Baca: OTT di Bengkulu, Juru Bicara KPK: Kami Mengamankan 3 Orang

Juru bicara KPK, Febri Diansyah, mengatakan dalam OTT di Bengkulu KPK menangkap sedikitnya tiga orang. Mereka langsung diangkut ke Jakarta untuk diperiksa lebih lanjut. "Kami mengamankan tiga orang yang dibawa ke Jakarta. Mereka adalah unsur swasta, pejabat pengadaan, dan unsur penegak hukum," katanya.

Sesuai dengan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana, kata Febri, ada waktu maksimal 24 jam sebelum menentukan status pihak-pihak yang diamankan dalam operasi tangkap tangan tersebut. "Segera kami sampaikan hasilnya dalam konferensi pers yang paling cepat akan dilakukan sore ini," ujarnya.

REZKI ALVIONITASARI






Paulus Waterpauw Minta Lukas Enembe Mundur: Hati Saya Menangis

49 menit lalu

Paulus Waterpauw Minta Lukas Enembe Mundur: Hati Saya Menangis

Paulus Waterpauw meminta Lukas Enembe untuk melepaskan jabatannya sebagai Gubernur Papua.


3 Fakta tentang Johanis Tanak Pimpinan Baru KPK

9 jam lalu

3 Fakta tentang Johanis Tanak Pimpinan Baru KPK

Komisi III DPR menyetujui Johanis Tanak untuk menggantikan Lili Pintauli Siregar sebagai Wakil Ketua KPK


Eks Dirjen Kemendagri Ardian Noervianto Bakal Jalani Sidang Vonis Hari Ini

1 hari lalu

Eks Dirjen Kemendagri Ardian Noervianto Bakal Jalani Sidang Vonis Hari Ini

Eks Dirjen Bina Keuangan Daerah Kemendagri Mochamad Ardian Noervianto dijadwalkan jalani sidang vonis di Pengadilan Tipikor hari ini


Jampidsus Ingatkan Anak Buahnya Tak Gentar Hadapi Upaya Perlawanan Koruptor

1 hari lalu

Jampidsus Ingatkan Anak Buahnya Tak Gentar Hadapi Upaya Perlawanan Koruptor

Jampidsus Febrie Adriansyah mengingatkan jajarannya tak takut hadapi upaya perlawanan para koruptor dengan tetap menjalankan tugas secara profesional


Dugaan Korupsi Dana BUMDes Karanganyar, Kepala Desa Berjo Resmi Ditahan

1 hari lalu

Dugaan Korupsi Dana BUMDes Karanganyar, Kepala Desa Berjo Resmi Ditahan

Kepala Desa Berjo, berinisial S, di Kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar, resmi ditahan oleh Kejari Karanganyar dalam kasus dugaan korupsi dana Badan Usaha Milik Desa atau BUMDes Berjo.


KPK Panggil Eks Gubernur Zumi Zola Jadi Saksi di Kasus RAPBD Jambi

2 hari lalu

KPK Panggil Eks Gubernur Zumi Zola Jadi Saksi di Kasus RAPBD Jambi

KPK memanggil mantan Gubernur Jambi Zumi Zola sebagai saksi dalam pengembangan kasus dugaan suap terkait pengesahan RAPBD Provinsi Jambi


Korupsi Potong Upah Tenaga Honorer Damkar Depok Masuk Meja Hijau, Ada Sidang Besok

2 hari lalu

Korupsi Potong Upah Tenaga Honorer Damkar Depok Masuk Meja Hijau, Ada Sidang Besok

Kasus dugaan tindak pidana korupsi pada tubuh Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Depok sudah berjalan di meja hijau.


KPK Menyebut Tim Dokter Kesulitan Buktikan Lukas Enembe Sakit

2 hari lalu

KPK Menyebut Tim Dokter Kesulitan Buktikan Lukas Enembe Sakit

KPK menyatakan tim dokter Lukas Enembe kesulitan membuktikan bahwa Gubernur Papua itu sakit


Cegah Korupsi Impor Pangan, KPK Minta Pemerintah Segera Kelarkan Neraca Komoditas

3 hari lalu

Cegah Korupsi Impor Pangan, KPK Minta Pemerintah Segera Kelarkan Neraca Komoditas

KPK meminta agar pemerintah membenahi tata-kelola pangan dengan membuat neraca komoditas.


Kenapa Tersangka Korupsi Waskita Beton Mischa Hasnaeni Moein Dijuluki Si Wanita Emas?

5 hari lalu

Kenapa Tersangka Korupsi Waskita Beton Mischa Hasnaeni Moein Dijuluki Si Wanita Emas?

Mischa Hasnaeni Moein ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus kprupsi PT Waskita Beton. Kenapa ia dikenal sebagai wanita emas?