Kasus Bangkai Rusa di Lereng Lawu, BKSDA Periksa Lokasi Perburuan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengunjung menikmati indahnya air terjun Jumog di Ngargoyoso, Karanganyar, 7 Februari 2016. Tempat wisata di lereng Gunung Lawu itu banyak dikunjungi saat hari libur. TEMPO/Ahmad Rafiq

    Pengunjung menikmati indahnya air terjun Jumog di Ngargoyoso, Karanganyar, 7 Februari 2016. Tempat wisata di lereng Gunung Lawu itu banyak dikunjungi saat hari libur. TEMPO/Ahmad Rafiq

    TEMPO.COKaranganyar - Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Tengah segera menindaklanjuti temuan delapan bangkai rusa di lereng Gunung Lawu. Bangkai satwa liar yang tinggal tulang itu diduga korban perburuan.

    "Saat ini kami menuju lokasi untuk melakukan pengecekan," kata Kepala Seksi Wilayah I BKSDA Jawa Tengah Titi Sudaryanti, Jumat, 9 Juni 2017. Mereka akan memeriksa lokasi penemuan bangkai rusa itu.
    Baca: Perburuan Satwa Langka di Jawa Timur Masih Tinggi

    Menurut Titi, lokasi penemuan bangkai itu kemungkinan besar masuk di wilayah Jawa Timur, tepatnya di daerah Ngawi. "Namun kami harus ke lokasi untuk memastikannya," katanya.

    Dia menyebut di lokasi sekitar Gupak Menjangan itu terdapat populasi rusa dan kijang. "Paling banyak jenis kijang," katanya. Sayangnya, pihaknya belum memiliki data jumlah satwa yang berada di sekitar lokasi itu.

    "Yang pasti, hewan tersebut masuk daftar satwa yang dilindungi," kata Titi. Selama ini BKSDA sudah menjalin kerja sama dengan warga, relawan, serta instansi lain untuk ikut menjaga kelestarian alam di kawasan Gunung Lawu.

    Sebelumnya, sejumlah pendaki melihat adanya aktivitas perburuan di lereng Gunung Lawu. Mereka melaporkan kejadian tersebut kepada sejumlah relawan di jalur Candi Cetho.
    Simak pula: Polisi Bengkulu Utara Tangkap 2 Penjual Kulit dan Tulang Harimau

    Relawan Candi Cetho (Reco) lantas melakukan pengecekan. Mereka menemukan delapan bangkai rusa yang sudah tinggal tulang. Lima di antaranya juga sudah tidak memiliki kepala.

    “Kami yakin bangkai ini merupakan sisa aktivitas perburuan,” kata salah satu relawan, Eko Supardi. Sebab, mereka juga menemukan lembaran kulit rusa yang berlubang. "Seperti terkena peluru," katanya.

    Eko menduga para pemburu satwa liar itu memanfaatkan situasi pendakian yang relatif sepi. Aktivitas pendakian di gunung tersebut memang menurun selama Ramadan.

    AHMAD RAFIQ


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dampak Screen Time pada Anak dan Cara Mengontrol

    Sekitar 87 persen anak-anak berada di depan layar digital melebihi durasi screen time yang dianjurkan.