Basuki Tersangka Suap DPRD Jatim, DPD Gerindra: Sebaiknya Mundur  

Reporter

Editor

Dwi Arjanto

Ketua Komisi B DPRD Jatim Mochamad Basuki (tengah) yang terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) dikawal petugas ke Gedung KPK, Jakarta, 6 Juni 2017. KPK mengamankan enam orang diantaranya Ketua Komisi B DPRD Jatim dari fraksi Gerindra Mochamad Basuki, Kadis Pertanian Provinsi Jatim Bambang Heryanto, Kadis Peternakan Provinsi Jatim Rohayati dan tiga staf dalam OTT di Surabaya Senin kemarin. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

TEMPO.COSurabaya - Wakil Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Gerindra Jawa Timur Abdul Malik mengatakan partainya akan menonaktifkan kader yang terlibat masalah hukum, termasuk kasus suap DPRD Jawa Timur.

Menurut dia, keputusan untuk menonaktifkan sudah menjadi aturan di Partai Gerindra sendiri jika ada kader yang bermasalah dengan hukum. Terkait dengan kasus korupsi yang menimpa Mochamad Basuki, dia menambahkan, mungkin akan berujung pada pemecatan dan dikeluarkan dari partai.

“Kalau Basuki gentleman, lebih baik dia mengundurkan diri saja,” kata Abdul saat dihubungi Tempo, Kamis malam, 8 Juni 2017.
Baca: Suap DPRD Jatim, KPK Sita Rp 78 Juta dari Kantor Mochamad Basuki

Abdul mencontohkan sikap Mohamad Sanusi, mantan kader Gerindra yang mengundurkan diri karena kasus dugaan suap yang melibatkan dirinya dan PT Agung Podomoro Land (APLN) terkait dengan proyek reklamasi Pantai Utara Jakarta. “Kalau dia (Basuki) mundur dengan sendirinya, malah lebih bagus,” kata Abdul.

Saat ditanya tentang komunikasi di internal mengenai pemecatan Basuki, Abdul mengatakan semua keputusan atau tindakan pemecatan ada di pusat. 

Dia hanya memastikan, diminta ataupun tidak, berdasarkan aturan, partai akan tetap menonaktifkan Basuki. “Ya, kita lihat dululah hasil dari tim klarifikasi dari DPD dan DPP,” Abdul berujar.
Simak: Soekarwo Ganti 2 Pejabat yang Jadi Tersangka Suap DPRD Jatim

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menduga Basuki mendapat setoran Rp 600 juta per tahun dari para kepala dinas Provinsi Jawa Timur. Setoran tersebut terkait dengan pelaksanaan tugas pengawasan dan pemantauan DPRD Jawa Timur. 

Selain itu, Basuki diduga pernah menerima Rp 100 juta dari Kepala Dinas Peternakan Rohayati. Duit suap DPRD Jawa Timur itu diberikan terkait dengan pembahasan revisi Peraturan Daerah Nomor 3 Tahun 2012 tentang Pengendalian Ternak Sapi dan Kerbau Betina Produktif.

JAYANTARA MAHAYU






Kya-kya Kembali Jadi Alternatif Wisata Malam di Kota Surabaya

18 hari lalu

Kya-kya Kembali Jadi Alternatif Wisata Malam di Kota Surabaya

Setelah bertahun-tahun mati suri, kini Wisata Kya-kya Surabaya atau Wisata Pecinan Kembang Jepun yang ada di Jalan Kembang Jepun Surabaya itu kembali hidup. #InfoTempo


Kemeriahan Bulan Kemerdekaan di Kota Pahlawan

49 hari lalu

Kemeriahan Bulan Kemerdekaan di Kota Pahlawan

Berbagai perayaan untuk mengingatkan bahwa Kota Surabaya adalah Kota Pahlawan. Kini saatnya berjuang dalam semangat gotong-royong melawan kemiskinan dan kebodohan.


Atasi Genangan Pusat Kota, Pemkot Surabaya Minta Riol Belanda Dimanfaatkan

22 Juli 2022

Atasi Genangan Pusat Kota, Pemkot Surabaya Minta Riol Belanda Dimanfaatkan

Setelah dibangun box culvert di bawah pedestrian, riol Belanda di bawahnya justru tidak difungsikan.


Inovatif dan Solutif, Pemkot Surabaya Raih Sederet Penghargaan

11 Juli 2022

Inovatif dan Solutif, Pemkot Surabaya Raih Sederet Penghargaan

Penghargaan yang diraih antara lain dari MURI, Baznas, hingga Serikat Perusahaan Pers.


5 Dosa Politik Taufik pada Prabowo Subianto dan Partai Gerindra

8 Juni 2022

5 Dosa Politik Taufik pada Prabowo Subianto dan Partai Gerindra

Politikus senior M Taufik dipecat dari Gerindra karena dinilai telah membuat dosa politik dan pembangkangan pada partai dan Prabowo Subianto.


Gerindra Berkukuh Dorong Prabowo Nyapres Lagi di Pilpres 2024

8 Juni 2022

Gerindra Berkukuh Dorong Prabowo Nyapres Lagi di Pilpres 2024

Politisi Partai Gerindra menegaskan partainya tetap kukuh mendorong Ketua Umum Prabowo Subianto maju kembali sebagai calon presiden pada Pilpres 2024.


Riza Patria Akan Patuh Keputusan DPP Gerindra Soal Pemecatan Taufik

8 Juni 2022

Riza Patria Akan Patuh Keputusan DPP Gerindra Soal Pemecatan Taufik

Pemecatan resmi Muhammad Taufik bakal ditentukan DPP Partai Gerindra.


Taufik Akan Pindah ke Partai Berideologi Nasionalis setelah Dipecat Gerindra

7 Juni 2022

Taufik Akan Pindah ke Partai Berideologi Nasionalis setelah Dipecat Gerindra

Politikus senior Gerindra Muhammad Taufik mengatakan jika harus bergeser, maka akan mencari partai yang nasionalis.


Gerindra Jakarta: Pemecatan M Taufik Baru Rekomendasi, Belum Diputuskan

7 Juni 2022

Gerindra Jakarta: Pemecatan M Taufik Baru Rekomendasi, Belum Diputuskan

Ahmad Riza Patria mengungkapkan, pemecatan M Taufik dari partai barurekomendasi dari Majelis Kehormatan Partai Gerindra.


Kontroversi Taufik, Akan Mundur dari Gerindra Demi Anies Baswedan Jadi Capres

2 Juni 2022

Kontroversi Taufik, Akan Mundur dari Gerindra Demi Anies Baswedan Jadi Capres

Politikus senior Partai Gerindra DKI Jakarta Muhammad Taufik akan mundur dari partainya demi bisa mendukung Anies Baswedan.