PPDB Online di Jawa Barat Bermasalah, Jam Pendaftaran Ditambah

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Gubernur Deddy Mizwar memaparkan pandangannya dalam diskusi bertema bincang-bincang banjir Bandun Selatan di Aula Barat ITB, Bandung, Jawa Barat, 26 Mei 2016. Pihak pemerintah yang diwakili Wakil Gubernur Deddy Mizwar mewacanakan penegakan hukum yang lebih keras karena permasalahan DAS Citarum melibatkan beberapa kabupaten. TEMPO/Prima Mulia

    Wakil Gubernur Deddy Mizwar memaparkan pandangannya dalam diskusi bertema bincang-bincang banjir Bandun Selatan di Aula Barat ITB, Bandung, Jawa Barat, 26 Mei 2016. Pihak pemerintah yang diwakili Wakil Gubernur Deddy Mizwar mewacanakan penegakan hukum yang lebih keras karena permasalahan DAS Citarum melibatkan beberapa kabupaten. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO, Bandung - Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar mengatakan, jam pendaftaran online Penerimaan Peserta Didik Baru atau PPDB Online SMA/SMK diperpanjang. “Sebelumnya sampai jam 4 sore, diperpanjang sampai jam 10 malam. Kalau Sabtu sampai jam 24.00 WIB, hari terakhir juga 24.00 WIB,” kata dia setelah rapat bersama Dinas Pendidikan Jawa Barat membahas persolan pendaftaran online itu di Gedung Sate Bandung, Kamis, 8 Juni 2017.

    Deddy membenarkan gangguan website PPDB online sehingga sempat tidak bisa diakses saat hari pertama pendaftaran penerimaan siswa jalur non akademik pada 6 Juni 2017 lalu. “Daripada kita tambah waktunya dengan tambah hari, mending tambah jam setiap hari. Kalau diundur waktunya, harinya, semuanya akan bergeser ke belakang,” kata dia.

    Baca juga: PPDB 2017, SMA di Jawa Barat Terapkan Skor Jarak Rumah ke Sekolah

    Menurut Deddy, salah satu penyebab situs pendaftaran macet itu karena tingginya pengakses, dan pendaftar memasukkan dokumen yang tidak diperlukan. “Jadi yang di-upload itu yang diminta saja, jangan yang enggak diminta di-upload juga,” kata dia.

    Deddy mengatakan, masalah yang muncul dalam PPDB saat ini menunjukkan masih dibutuhkannya ruang kelas baru. “Secara bertahap harus ditambah. Guru pun harus ditambah,” kata dia.

    Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat Ahmad Hadadi mengatakan, sistem pendaftaran dalam PPDB saat ini masih setengah online. Sebagian berkas misalnya masih diserahkan langsung pada calon sekolah yang dituju saat verifikasi. “Yang di-upload masyarakat terlalu berlebih. Kita hanya minta 3 saja, yaitu Kartu Keluarga, Surat Kelulusan, dan Surat Pernyataan yang bersangkutan untuk daftar,” kata dia.

    Hadadi mengatakan, berkas lain seperti sertifikat, prestasi, dan dokumen pendukung lainnya bisa ditunjukkan saat verifikasi. Jika tidak yakin dengan PPDB online itu, dia menyarankan langsung datang ke sekolah. “Masyarakat gak usah panik, kalau ada kesulitan dengan aplikasi online, langsung ke sekolah yang dituju. Disana ada paniita yang akan membantu, termasuk menginput data,” kata dia.

    AHMAD FIKRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polusi Udara Pembunuh Diam-diam

    Perubahan iklim dan pencemaran udara menyebabkan lebih dari 12,6 juta kematian per tahun. Jumlah korban jiwa ini belum pernah terjadi sebelumnya.