Dailami Firdaus: Antisipasi Krisis Qatar Secepatnya

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Situasi ini dapat diselesaikan melalui dialog dalam semangat persaudaraan dan saling menghormati.

    Situasi ini dapat diselesaikan melalui dialog dalam semangat persaudaraan dan saling menghormati.

    INFO NASIONAL - Wakil Ketua Badan Kerja Sama Parlemen (BKSP) Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Dailami Firdaus terkejut dengan peristiwa pemutusan hubungan diplomatik dengan Qatar oleh beberapa negara Timur Tengah, di antaranya Arab Saudi, Uni Emirat Arab (UEA), dan Bahrain. Hal tersebut disampaikan Dailami saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis, 8 Juni 2017.

    Pasalnya, banyak warga Indonesia yang bekerja dan bermukim di Qatar. "Ada sekitar 40 ribu warga Indonesia di Qatar. Karena itu, sudah seharusnya negara memberikan perlindungan yang diperlukan kepada mereka," kata anggota DPD periode 2014-2019 yang mewakili Provinsi DKI Jakarta ini.

    Senator Dailami juga menyoroti dampak krisis Qatar pada sektor perjalanan umroh. "Harus segera pula diantisipasi perjalanan umroh ke Tanah Suci yang menggunakan penerbangan Qatar Airways ataupun penerbangan melalui Bandar Udara Internasional Doha," ujarnya.

    Setelah pemutusan hubungan diplomatik ini, secara praktis maskapai penerbangan dari Qatar atau wilayah Qatar tidak bisa melewati wilayah udara Arab Saudi, UEA, ataupun Bahrain. Jadi hanya ada satu akses menuju dan dari Qatar, yaitu jalur utara melalui Iran dan Irak.

    "Saya menyerukan pemerintah melalui Kementerian Luar Negeri segera mengkoordinasikan langkah-langkah terpadu perlindungan warga Indonesia ataupun dampak krisis lain bersama departemen atau lembaga pemerintah, swasta, dan masyarakat," ucapnya.

    Dailami berharap situasi ini dapat diselesaikan melalui dialog dalam semangat persaudaraan dan saling menghormati berbagai pihak. Sebab, krisis diplomatik yang berlarut-larut tidak hanya mengganggu stabilitas wilayah Timur Tengah, tapi juga kepentingan nasional Indonesia meliputi keamanan warga, perjalanan umroh, ataupun perdagangan di wilayah Teluk Persia dan Timur Tengah pada umumnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polusi Udara Pembunuh Diam-diam

    Perubahan iklim dan pencemaran udara menyebabkan lebih dari 12,6 juta kematian per tahun. Jumlah korban jiwa ini belum pernah terjadi sebelumnya.