Dubes Cina Minta Dukungan JK pada Kereta Cepat Jakarta Bandung

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo (kiri) didampingi Wapres Jusuf Kalla bersiap memimpin Rapat Terbatas membahas pembangunan proyek Kereta cepat Jakarta - Bandung di Kantor Kepresidenan, Jakarta, 4 Januari 2016. ANTARA/Yudhi Mahatma

    Presiden Joko Widodo (kiri) didampingi Wapres Jusuf Kalla bersiap memimpin Rapat Terbatas membahas pembangunan proyek Kereta cepat Jakarta - Bandung di Kantor Kepresidenan, Jakarta, 4 Januari 2016. ANTARA/Yudhi Mahatma

    TEMPO.CO, Jakarta - Duta Besar Cina untuk Indonesia Xie Feng meminta dukungan Wakil Presiden Jusuf Kalla bagi kelangsungan kerja sama Cina dan Indonesia. Dukungan ini termasuk pada proyek kereta cepat Jakarta-Bandung.

    "Saya berharap Wapres dan timnya bisa terus memberikan dukungan terhadap kerja sama Cina dan Indonesia. Termasuk, kereta cepat Jakarta-Bandung, yang sekarang konstruksinya siap dibangun," kata Xie Feng seusai bertemu Kalla di Kantor Wapres, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta, Kamis, 8 Juni 2017.

    Baca juga:Pekan Depan, Cina Cairkan Pinjaman Kereta Cepat Rp 13 Triliun 

    Dia mengatakan Wapres Jusuf Kalla memberikan dukungan yang komprehensif untuk pembangunan konstruksi proyek tersebut.

    Kedatangan Xie Feng ke Kantor Wapres dalam rangka pamitan ke Kalla sebagai duta besar. Xie Feng akan mengakhiri tugasnya sebagai dubes Cina untuk Indonesia pada lusa mendatang.

    "Saya sudah tiga tahun menjabat sebagai dubes Cina untuk Indonesia. Tugas saya sebagai dubes sudah berakhir," kata Xie Feng.

    Simak juga:Lokasi Kereta Cepat Jakarta Bandung Segera Ditentukan

    Dia mengaku senang dengan hubungan yang terjadi antara Cina dan Indonesia dalam kurun waktu tiga tahun belakangan. Hubungan kedua negara dinilainya telah meningkat sangat pesat. Salah satu contohnya adalah soal inisiasi jalur sutera maritim (maritime silk road) yang digagas Cina.

    Inisiasi tersebut, kata dia, merupakan peluang bagi kedua negara untuk memperluas kerja sama untuk memberikan manfaat bagi banyak masyarakat. "Jadi, saya sangat senang dengan progres tersebut dan Pak JK banyak memberikan dukungan kepada kami," kata Xie Feng.
    AMIRULLAH SUHADA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal Penting di Rengasdengklok Sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945

    Satu hari sebelum teks Proklamasi dibacakan, ada peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Kejadian itu dikenal sebagai Peristiwa Rengasdengklok.