7 Orang WNI yang Terlibat Perang di Marawi  

Reporter

Tentara pemerintah mengambil posisi saat memerangi kelompok Maute di Kota Marawi, Filipina, 28 Mei 2017. REUTERS/Erik De Castro

TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Mabes Polri Inspektur Jenderal Setyo Wasisto mengatakan, polisi menelusuri identitas dan jaringan kombatan asal Indonesia yang ikut bertempur di Marawi, Filipina selatan.

Berdasarkan rilis kepolisian Filipina, tercatat 7 WNI yang ikut perang di Marawi. Mereka adalah Anggara Suprayogi, Yayat Hidayat Tarli, Al-Ikhwan Yushel, Yoki Pratama Windyarto, Mochamad Jaelani Firdaus, Muhammad Gufron, dan Muhammad Ilham Syahputra.

Baca pula:
Mantan Milisi Moro Asli WNI Ini Cerita tentang Marawi

Menurut Setyo Wasisto, hingga saat ini Polri baru menangkap seseorang berinisial RS di Wonosari, Gunungkidul, Yogyakarta. Polisi menduga yang bersangkutan berperan membiayai keberangkatan Anggara, Yoki, Yayat, dan Al-Ikhwan ke Marawi. Namun, polisi belum bisa memastikan asal uang RS senilai US$ 7.500 yang ditransfer dalam dua tahap tersebut. “Masih ditelusuri (kaitan dengan kelompok JAD),” katanya.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme atau BNPT Suhardi Alius mensinyalir ada lebih dari 40 warga negara Indonesia (WNI) yang diduga bergabung dan terlibat dalam aksi teror di Marawi.

Baca:

Polisi Tangkap Terduga Teroris di Gunungkidul, Terkait Marawi?

Mantan anggota Front Pembebasan Islam Moro (MILF) Filipina, Ali Fauzi, membenarkan pernyataan Suhardi Alius. Menurut Ali, sebagian besar simpatisan yang bergabung ke Marawi berasal dari Jamaah Ansharud Daulah (JAD) wilayah Pulau Jawa.

“Yang terbesar dari Jawa Barat, kemudian dari Jawa Tengah, Jawa Timur, serta Sulawesi Selatan,” kata Ali ketika ditemui di Lamongan, Rabu, 7 Januari 2017. Di Moro, ia adalah instruktur peracik bom. Ali merupakan adik kandung terpidana mati bom Bali, Amrozi, dan terpidana seumur hidup, Ali Imron.

Baca juga:

BNPT: Kombatan Indonesia di Marawi Anggota JAD

Menurut Ali, pendudukan Kota Marawi oleh kombatan itu memiliki sejarah panjang dalam kurun 30 tahun terakhir. Gerakan di Filipina selatan itu didukung jaringan global antar-negara, di antaranya JAD dari Indonesia.

TIM TEMPO






Tersangka Khilafatul Muslimin Diserahkan ke Kejari, BNPT: Ideologi Disebarkan Berkedok Dakwah

20 jam lalu

Tersangka Khilafatul Muslimin Diserahkan ke Kejari, BNPT: Ideologi Disebarkan Berkedok Dakwah

Polda Metro Jaya menyerahkan tersangka Khilafatul Muslimin ke Kejaksaan Negeri Kota Bekasi pada Senin, 3 Oktober 2022.


Kepala BNPT Bilang Media Sosial Kerap Disalahgunakan Kelompok Teror

9 hari lalu

Kepala BNPT Bilang Media Sosial Kerap Disalahgunakan Kelompok Teror

Kepala BNPT Boy Rafli Amar mengatakan keberadaan media sosial kerap disalahgunakan kelompok teror untuk menebar propaganda menciptakan perpecahan.


Ini Pesan Abu Bakar Baasyir saat Menerima Kunjungan Pimpinan BNPT

19 hari lalu

Ini Pesan Abu Bakar Baasyir saat Menerima Kunjungan Pimpinan BNPT

Pendiri Pondok Pesantren Al Mukmin Abu Bakar Baasyir menerima kunjungan pimpinan BNPT pada Rabu 14 September 2022


Anies Baswedan Puji Hajatan Betawi yang Digagas Anggota DPD Dailami Firdaus

36 hari lalu

Anies Baswedan Puji Hajatan Betawi yang Digagas Anggota DPD Dailami Firdaus

Anies Baswedan, menghadiri acara Hajatan Betawi 3 yang digagas Anggota DPD RI Dapil DKI Jakarta, Dailami Firdaus.


Cegah Radikalisme, Ribuan Guru di Jakarta Dapat Pembekalan dari BNPT

40 hari lalu

Cegah Radikalisme, Ribuan Guru di Jakarta Dapat Pembekalan dari BNPT

Kepala BNPT Boy Rafli Amar menilai guru bisa mengajarkan muridnya agar menjunjung kebhinekaan dan Pancasila sehingga terhindar dari radikalisme


Yasonna Sebut BNPT Sudah Terbitkan Rekomendasi Remisi Buat Umar Patek

41 hari lalu

Yasonna Sebut BNPT Sudah Terbitkan Rekomendasi Remisi Buat Umar Patek

Remisi terhadap Umar Patek mendapat sorotan. Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly mengatakan, pemerintah mendengar segala masukan.


Umar Patek Segera Bebas, Ini Kata Menkumham Yasonna Laoly

41 hari lalu

Umar Patek Segera Bebas, Ini Kata Menkumham Yasonna Laoly

Yasonna Laoly menyatakan remisi kepada Umar Patek sudah mendapatkan rekomendasi dari BNPT.


Pemerintah Telah Menyalurkan Kompensasi pada 650 Korban Kasus Terorisme

43 hari lalu

Pemerintah Telah Menyalurkan Kompensasi pada 650 Korban Kasus Terorisme

Secara keseluruhan, pemerintah mencatat sebanyak 1.370 korban terorisme masa lalu maupun korban terorisme pasca-lahirnya UU No. 5 Tahun 2018.


40 Napi Terorisme di Lapas Gunung Sindur Ucap Ikrar Setia pada NKRI

49 hari lalu

40 Napi Terorisme di Lapas Gunung Sindur Ucap Ikrar Setia pada NKRI

Ikrar setia pada NKRI dilakukan oleh para napi terorisme yang sudah mengikuti program deradikalisasi


Buntut Kasus ACT, BNPT Siapkan 5 Langkah Putus Pendanaan Teror Berkedok Amal

8 Juli 2022

Buntut Kasus ACT, BNPT Siapkan 5 Langkah Putus Pendanaan Teror Berkedok Amal

BNPT akan mendorong dan memfasilitasi aparat hukum menyelidiki dan menyidik berbagai lembaga amal yang diduga terhubung dengan jaringan terorisme.