Akhirnya Gerindra Tutup Pintu Buat Ridwan Kamil di Pilgub Jabar

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wali Kota Bandung Ridwan Kamil, saat bermain catur di Balai Kota Bandung, Jawa Barat, 19 Agustus 2016. Dok.TEMPO/Aditya Herlambang Putra

    Wali Kota Bandung Ridwan Kamil, saat bermain catur di Balai Kota Bandung, Jawa Barat, 19 Agustus 2016. Dok.TEMPO/Aditya Herlambang Putra

    TEMPO.CO, Purwakarta - Wakil Ketua DPP Gerindra, Arief Puyono menegaskan partainya menutup pintu rapat-rapat untuk nama Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil, dalam bursa calon gubernur pada Pilgub Jabar yang akan dihelat pertengahan Juni 2018.

    "Kalau untuk Ridwan Kamil, tertutup untuk Gerindra," ujar Arief Puyono, kepada wartawan Rabu, 7 Juni 2017. Ia mengungkapkan bahwa partainya saat ini sudah melakukan penjajakan terhadap sejumlah nama yang dinilai layak untuk menjadi kandidat gubernur Jawa Barat dari Gerindra.

    Baca juga:

    Ridwan Kamil Terima Pinangan NasDem, Gerindra: Ada Intimidasi

    Nama-nama tokoh di luar partai yang sudah masuk dalam radar Gerindra tersebut, menurut Arief,  yakni Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar, Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi, Puti Guntur Sukarno Putera dan isteri Gubernur Ahmad Heryawan, Netty Heryawan.

    Ada pun di kalangan kader yang dinilai memenuhi standar partai ada sejumlah nama yang disorongkan seperti Ferry Juliantono, Kardaya Warnika dan Fadli Zon. "(Nama) Fadli Zon sih yang paling populer dan punya tingkat elektabilitas sangat tinggi untuk Jadi Gubenur Jawa Barat," ujarnya.

    Baca pula:

    Gerindra Buka Pintu untuk Ridwan Kamil di Pilgub Jabar, Tapi...

    Arief mengungkapkan, saat ini, pengurus Gerindra mulai dari tingkat PAC sampai DPD Jawa Barat, masih terus melakukan proses head hunting untuk nama tokoh dan kader yang akan dicalonkan nanti.

    Tetapi, tutur Arief, persyaratan yang paling penting buat para calon kandidat yang akan diorbitkan Gerindra yakni harus bisa menarik hati pengurus dan para kader serta akar rumput yang juga menjadi konstituen partai.

    Baca pula:
    Pilgub Jawa Barat 2018, PKS Masih Menimbang Ridwan Kamil

    Meski begitu, keputusan final tentang calon Gubernur Jawa Barat yang diusung partainya semuanya akan diputuskan oleh Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto.
    "Setelah Pak Prabowo mendapatkan masukan dari kalangan kader mulai tingkat PAC sampai DPD serta masukan dari tokoh masyarakat dan tokoh agama serta aspirasi masyarakat Jawa Barat," ujarh Arief.

    Bupati Dedi Mulyadi yang disebut menjadi salah satu nominasi calon gubernur dari Gerindra, mengapresianya. Ia mengaku selama ini memiliki hubungan baik dengan Partai Gerindra. Ia berprinsip, dalam berpolitik tak ada masalah merajut silaturahmi dengan semua partai politik dan elemen masyarakat.

    Simak:

    Survei Pilgub Jawa Barat, Indo Barometer: Ridwan Kamil Terpopuler

    Dedi Mulyadi mengungkapkan bahwa selama ini jalinan komunikasi dan silaturahmi dengan jajaran pengurus dan kader Gerindra berjalan sangat baik. "Saya dan ketua Gerindra Purwakarta akrab, dengan Pak Mulyadi, Ketua DPD Partai Gerindra Jabar sering berkomunikasi, sampai saat ini," ujarnya.

    Sebelumnya dikabarkan, DPP Partai Gerindra masih membuka pintu untuk bisa mengusung Ridwan Kamil yang akan maju dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) di Pilkada Jawa Barat 2018."Kalau Pak Ridwan Kamil insyaf, kenapa tidak," ujar Wakil Ketua Umum DPP Gerindra Ferry Juliantono.

    "Partai Gerindra akan jauh lebih ‎menghormati Ridwan Kamil kalau melakukan tindakan seperti itu (mengakui ada indikasi mendapat intimidasi) daripada tunduk oleh intimidasi kejaksaan karena kasusnya dibarter dengan kesediaan Ridwan Kamil menjadi calon kepala daerah dari Partai Nasdem," katanya.

    NANANG SUTISNA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal Penting di Rengasdengklok Sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945

    Satu hari sebelum teks Proklamasi dibacakan, ada peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Kejadian itu dikenal sebagai Peristiwa Rengasdengklok.