Cegah Milisi ISIS dari Marawi, Wiranto: Perbatasan Diperketat  

Reporter

Menpolhukam Wiranto saat memberikan keterangan pers di Kantor Kemenpolhukam Jakarta, 11 April 2017. TEMPO/Albert/magang

TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto memastikan wilayah perbatasan Indonesia diperkuat, untuk mengantisipasi masuknya kombatan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) dari Marawi. Milisi ISIS dikhawatirkan menyebar ke negara sekitar Asia Tenggara setelah digempur pasukan Filipina di Kota Marawi, Mindanao, Filipina Selatan.

"Iya dong, diperkuat. Masing-masing matra kita minta untuk perkuat posisi masing-masing," ujar Wiranto di kantornya menjelaskan langkah antisipasi terhadap kemungkinan masuknya milisi ISIS ke Indonesia, Rabu, 7 Juni 2017.

Baca juga: Antisipasi ISIS di Asia Tenggara, Kemenhan Akan Lakukan Ini

Selain TNI dan Kepolisian, pengawasan dilakukan pemerintah daerah di kawasan perbatasan Indonesia-Filipina. Terkait hal itu, Wiranto sudah merencanakan rapat koordinasi bersama para pejabat pemerintah daerah terkait. "Untuk melakukan langkah-langkah terencana membendung kemungkinan tersebarnya basis teror dari wilayah Marawi ke tempat lain, terutama Indonesia," tutur Wiranto.

Meski tak menjelaskan rinci, Wiranto menyebut rencana patroli maritim tiga negara, yaitu Indonesia, Malaysia, dan Filipina sudah berjalan. "Itu sudah berjalan, ini (peningkatan keamanan perbatasan) bagian dari itu."

Wiranto pun mengungkapkan rencana koordinasi lanjutan antar-sejumlah negara lain dalam konteks penanggulangan terorisme. Negara yang terlibat selain Indonesia, ujar Wiranto, meliputi Indonesia, Australia, Selandia Baru, Brunei Darussalam, dan Filipina. "Kita tunggu saja."

Wiranto sempat bertemu dengan Duta Besar Australia untuk Indonesia, Paul Grigson, pada Rabu pagi tadi. Pertemuan yang berdurasi sekitar 20 menit itu diakui Grigson terkait dengan isu penting, salah satunya terorisme.

"Pak Wiranto dan saya sering membahas isu-isu penting kedua negara. Kami berbicara tentang (pencegahan) terorisme dan itu diskusi yang bagus," ujar Grigson saat keluar dari kantor Wiranto.

Grigson tak merespons pertanyaan mengenai kemungkinan Australia membantu Indonesia, dalam menghadapi ISIS limpahan Marawi. "Kami berdiskusi soal terorisme seperti biasa, tapi saya tak akan berbicara lebih jauh dari itu," ujar dia setelah bertemu Wiranto.

YOHANES PASKALIS

Video Terkait:
Beredar Video ISIS Akan Serang Indonesia dan Malaysia








Australia Selamatkan 16 Wanita dan 42 Anak-anak dari Kamp ISIS di Suriah

2 hari lalu

Australia Selamatkan 16 Wanita dan 42 Anak-anak dari Kamp ISIS di Suriah

Banyak wanita dan anak-anak warga negara Australia di kamp pengungsi ISIS di Suriah.


Pejabat di Amerika Minta Pemulangan Keluarga mantan Anggota ISIS Dipercepat

22 hari lalu

Pejabat di Amerika Minta Pemulangan Keluarga mantan Anggota ISIS Dipercepat

Pemulangan keluarga ISIS ke negara asalnya memakan waktu yang panjang, hingga empat tahun. Padahal kondisi kamp sudah tidak aman


Amerika Serikat Andalkan Dendam Korban untuk Hancurkan Sisa-Sisa ISIS

22 hari lalu

Amerika Serikat Andalkan Dendam Korban untuk Hancurkan Sisa-Sisa ISIS

Militer Amerika Serikat mengandalkan bantuan suku-suku Arab untuk melumpuhkan jaringan Negara Islam, yang masih bertahan di sejumlah lokasi di Suriah


Pengeboman Kedubes Rusia di Afghanistan, ISIS Mengaku Bertanggung Jawab

29 hari lalu

Pengeboman Kedubes Rusia di Afghanistan, ISIS Mengaku Bertanggung Jawab

Pengeboman di Kedubes Rusia di Afghanistan menyebabkan dua staf kedutaan tewas dan puluhan warga Afghanistan yang sedang mengantre visa.


Serangan Konvoi Mobil Tewaskan 35 Warga Sipil Burkina Faso

29 hari lalu

Serangan Konvoi Mobil Tewaskan 35 Warga Sipil Burkina Faso

Sedikitnya 35 warga sipil tewas dan 37 lainnya terluka di Burkina Faso ketika sebuah kendaraan dalam konvoi menabrak bom IED.


Bom Bunuh Diri di Kedutaan Rusia di Kabul, 2 Diplomat Tewas dan 11 Luka-Luka

30 hari lalu

Bom Bunuh Diri di Kedutaan Rusia di Kabul, 2 Diplomat Tewas dan 11 Luka-Luka

Bom bunuh diri di depan Kedutaan Rusia di Kabul sebabkan 2 tewas dan 11 luka-luka, termasuk seorang diplomat yang menderita cedera.


PBB: Militer Mali dan Tentara Bayaran Rusia Bunuh 50 Warga Sipil

34 hari lalu

PBB: Militer Mali dan Tentara Bayaran Rusia Bunuh 50 Warga Sipil

Sedikitnya 50 warga sipil tewas dalam operasi militer oleh tentara Mali dan tentara bayaran asal Grup Wagner Rusia pada 19 April 2022, kata PBB


Libya Temukan 15 Jasad di Dua Kuburan Massal Sirte

34 hari lalu

Libya Temukan 15 Jasad di Dua Kuburan Massal Sirte

Dua kuburan massal itu ditemukan di kebun Rumah Sakit Ibn Sina berkat petunjuk dari Kantor Jaksa Distrik Sirte. Libya


Gorok Dua Wanita di Swiss, Anggota ISIS Disidang

36 hari lalu

Gorok Dua Wanita di Swiss, Anggota ISIS Disidang

Seorang wanita Swiss anggota ISIS menghadapi persidangan pada Senin waktu setempat dengan tuduhan mencoba menggorok leher dua wanita


Serangan Bom di Masjid Afghanistan Tewaskan 21 Orang Termasuk Imam

48 hari lalu

Serangan Bom di Masjid Afghanistan Tewaskan 21 Orang Termasuk Imam

Sebuah ledakan yang menghancurkan masjid di Kabul, Afghanistan, saat salat Isak, Rabu, 17 Agustius 2022, menewaskan 21 orang termasuk imam salat