Pusat Grosir Terbesar di Makassar Pasar Butung Terbakar

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kebakaran Pasar Butung, Makassar. TEMPO/Kink Kusuma Rein

    Kebakaran Pasar Butung, Makassar. TEMPO/Kink Kusuma Rein

    TEMPO.CO, Makassar - Pusat grosir Pasar Butung, Jalan Sulawesi, Makassar, Sulawesi Selatan, terbakar sekitar pukul 11.00 Wita, Rabu, 7 Juni 2017. Petugas pemadam kebakaran berhasil memadamkan titik api lebih-kurang sejam setelah mengerahkan 30 armada.

    "Sumber titik api ada di lantai dua, tepatnya toko Ardila Nomor 99, yang di dalamnya terdapat kompleks Pasar Butung," kata Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kota Makassar Imran Samad, Rabu.

    Menurut dia, dari lantai dua, si jago merah kemudian menjalar ke lantai satu, tiga, dan bagian atap. Karena itu, tambahan personel dikerahkan untuk mengantisipasi api menyebar semakin luas. "Alhamdulillah, api sudah padam," ucapnya.

    Imran belum mengetahui penyebab kebakaran tersebut. Dia masih menunggu hasil pemeriksaan tim laboratorium forensik Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan, yang akan mengolah tempat kejadian perkara.

    Secara terpisah, pemilik Toko Ardila, Ismi, membenarkan sumber api berasal dari tempatnya berjualan seprei dan kain alas tidur. Saat ditanya penyebab api, ia tak mengetahuinya. Sebab, saat kejadian, ia sedang tak ada di tempat. "Kerugian saya karena kebakaran ini mencapai Rp 2 miliar," ujarnya.

    Pasar Butung merupakan pusat grosir terbesar di Makassar. Saat Ramadan, banyak warga dari luar Makassar datang dan berbelanja untuk dijual kembali di daerah masing-masing. Warga dan pengunjung sempat terlihat panik saat peristiwa kebakaran terjadi. Bahkan para pedagang berusaha mengevakuasi dagangannya ke luar gedung.

    Saat ini, aktivitas di Pasar Butung berangsur-angsur pulih, dan para pedagang mulai menempati gerai mereka kembali. Namun belum ada kegiatan jual-beli dan petugas polisi masih berjaga-jaga di sekitar lokasi.

    DIDIT HARIYADI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.