Jadi Ketua UKP Pancasila, Yudi Latief: Kewenangan Kami Terbatas  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Yudi Latief. TEMPO/ Amston Probel

    Yudi Latief. TEMPO/ Amston Probel

    TEMPO.COJakarta - Ketua Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila (UKP Pancasila) Yudi Latief mewanti-wanti publik untuk tidak memasang ekspektasi terlalu tinggi terhadap kerja unit yang ia pimpin. Ia mengatakan UKP PIP tidak sebesar yang dibayangkan banyak orang. 

    "Unit ini tidak terlalu luas kewenangannya," ujar Yudi mencoba menurunkan ekspektasi publik terhadap UKP Pancasila setelah dilantik sebagai ketua di Istana Kepresidenan, Rabu, 7 Juni 2017.

    Baca juga: Ada Megawati di 9 Pengarah Pembinaan Ideologi Pancasila

    Yudi melanjutkan, salah satu bentuk keterbatasan yang dimiliki UKP Pancasila adalah fungsinya yang lebih ke arah koordinasi dan pengendalian. UKP Pancasila tidak sampai pada fungsi menindak orang-orang yang berseberangan dengan Pancasila. 

    Sebagai contoh, kata Yudi, UKP Pancasila akan memiliki wewenang membenahi pengajaran Pancasila di tingkat sekolah. Dengan begitu, nilai-nilai Pancasila bisa disampaikan atau terwakili dengan baik.

    Apabila mengecek Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2017 yang menjadi payung hukum UKP Pancasila, memang ada sejumlah batasan yang diberikan kepada unit baru itu. Salah satunya UKP Pancasila hanya mempunyai tugas membantu presiden merumuskan arah kebijakan umum pembinaan ideologi Pancasila dan melaksanakan koordinasi pembinaan itu. 

    Selain itu, UKP Pancasila tak bersifat permanen. Mengacu pada Pasal 27, UKP PIP hanya akan bekerja mengikuti masa bakti Presiden Joko Widodo. Dengan kata lain, apabila Jokowi tidak terpilih lagi pada pemilu presiden 2019, UKP PIP bisa saja dibubarkan. 

    "Sebenarnya kewenangan kami terbatas, tapi sepertinya ekspektasi publik sangat besar," ujar Yudi. 

    Meski memiliki wewenang terbatas, Yudi tak akan menyerah pada situasi dan kondisi seperti itu. Ia mengaku akan memberdayakan berbagai komunitas untuk menggencarkan pembinaan ideologi Pancasila. 

    Komunitas yang ia maksud seperti komunitas rohaniwan, budayawan, sineas, serta jurnalis. Menurut Yudi, melibatkan komunitas efektif memperkuat pembinaan ideologi Pancasila di Indonesia. 

    "Ke depan, institusi negara ini (UKP Pancasila) hanya fasilitator, karena yang bergerak simpul relawan dari berbagai komunitas. Kami akan menjaring komunitas supaya sama-sama bertanggung jawab membina Pancasila. Seperti kata Bung Karno, Pancasila itu semula dari komunitas," ucapnya. 

    ISTMAN M.P.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal Penting di Rengasdengklok Sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945

    Satu hari sebelum teks Proklamasi dibacakan, ada peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Kejadian itu dikenal sebagai Peristiwa Rengasdengklok.