Korupsi Pengadaan Al-Quran, Fahd A. Rafiq: Komisi VIII Terlibat

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua AMPG Fahd El Fouz bin A Rafiq, sebelum menjalani pemeriksaan sebagai tersangka di gedung KPK, Jakarta, 28 April 2017. Kericuhan terjadi saat sejumlah orang berseragam AMPG mencoba menghalangi mobil tahanan yang membawa Fahd. ANTARA/M Agung Rajasa

    Ketua AMPG Fahd El Fouz bin A Rafiq, sebelum menjalani pemeriksaan sebagai tersangka di gedung KPK, Jakarta, 28 April 2017. Kericuhan terjadi saat sejumlah orang berseragam AMPG mencoba menghalangi mobil tahanan yang membawa Fahd. ANTARA/M Agung Rajasa

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Umum Angkatan Muda Partai Golkar Fahd El Fouz alias Fadh A. Rafiq mengatakan semua anggota DPR Komisi VIII terlibat dalam kasus korupsi pengadaan Al-Quran. Tersangka korupsi proyek di Kementerian Agama itu mengaku sudah blakblakan membuka informasi ini kepada penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

    "Itu sudah saya buka. Semua yang di Komisi VIII terlibat. Semua sudah saya sebutin angka-angkanya," kata Fahd sebelum diperiksa penyidik di gedung KPK, Selasa, 6 Juni 2017.

    Baca: Korupsi Pengadaan Al-Quran, KPK Periksa Mantan Dirjen Anggaran

    Fahd ditetapkan sebagai tersangka perkara dugaan korupsi pengadaan Al-Quran pada 27 April 2017. Fahd diduga bersama-sama dengan anggota Komisi VIII DPR periode 2009-2014, Zulkarnaen Djabar, dan anaknya, Dendy Prasetya Zulkarnaen Putra, menerima hadiah atau janji dari pihak-pihak tertentu.

    Menurut Fahd, semua orang yang terlibat dalam korupsi ini sebenarnya telah dibuka oleh Zulkarnaen Djabar. Dalam persidangan sebelumnya, Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta telah menjatuhkan vonis penjara 15 tahun terhadap Zulkarnaen Djabar dan penjara 8 tahun kurungan untuk Dendy Prasetya Zulkarnaen Putra.

    "Pak Zul sudah mulai jujur kan? Dia membuka siapa-siapa aja yang terima. Nah, sekarang tinggal keberanian KPK menyelesaikan orang-orang itu, berani atau enggak," ujar Fahd.

    Simak juga: Korupsi Pengadaan Al-Quran, KPK Periksa Mantan Anggota DPR

    Meski begitu, Fahd enggan menyebut pasti siapa saja anggota Komisi VIII yang terlibat dalam korupsi. "Saya kalau soal materi penyidikan, saya tidak berani membuka karena itu rahasia. Saya hanya berani membuka ke penyidik dan Humas KPK untuk menyampaikan itu," kata dia.

    Pada perkara ini, korupsi yang diduga dilakukan Fahd menyebabkan negara rugi Rp 27 miliar. Ada tiga proyek di Kementerian Agama yang diduga dikorupsi. Rincian fee dari tiga proyek di Kementerian Agama yang diterima ialah proyek laboratorium komputer madrasah sanawiah sebesar Rp 4,74 miliar dan fee pengadaan Al-Quran 2011 dan 2012 sebesar Rp 9,65 miliar. Jumlah total fee Rp 14,838 miliar. Fahd diduga menerima Rp 3,411 miliar.

    Fahd mengklaim menjadi orang yang membongkar kasus ini. Ia mengaku sudah kooperatif dan mengembalikan apa yang diterimanya. "Al-Quran ini yang membongkar adalah saya, Kementerian Agama, terang-benderang," kata dia.

    Anak mendiang penyanyi dangdut A. Rafiq itu meminta agar dia tidak dikait-kaitkan dengan kedekatannya dengan pimpinan Golkar dalam masalah ini.

    Lihat juga: Nama-nama di Seputar Kasus Korupsi Pengadaan Al-Quran

    "Hubungan saya dengan Ketua Umum (Golkar, Setya Novanto) adalah hubungan hierarki organisasi. Tidak ada hubungan bisnis apa pun, demi Allah, tujuh turunan saya tidak selamat ke bawah dan tujuh ke atas saya tidak selamat kalau saya ada hubungan bisnis," kata Fahd.

    MAYA AYU PUSPITASARI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    RAPBN 2020, Ada 20 Persen untuk Pendidikan, 5 untuk Pendidikan

    Dalam RAPBN 2020, pembangunan Indonesia akan difokuskan pada peningkatan kualitas sumber daya manusia. Berikut besaran dan sasaran yang ingin dicapai.