Banteng Muda Indonesia dan Ansor Siap Advokasi Korban Persekusi

Reporter

Anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Nahdlatul Ulama mengikuti Apel Kebangsaan dan Kemah Kemanusiaan di Bumi Perkemahan Ragunan, Jakarta, 18 April 2017. Mereka berencana berada di Jakarta hingga 19 April besok, saat Pilkada DKI Jakarta. ANTARA/Sigid Kurniawan

TEMPO.CO, Blitar - Sekretaris Jenderal DPP Banteng Muda Indonesia (BMI) Antoni Wijaya mendesak kepolisian menindak tegas para pelaku persekusi. Organisasi sayap PDIP ini juga mendukung pemerintah membubarkan ormas intoleran yang memecah belah persatuan.

Antoni Wijaya mengatakan saat ini kondisi bangsa Indonesia tengah menghadapi berbagai tantangan yang mengarah pada perpecahan bangsa. Propaganda, persekusi, adu domba, provokasi, hingga sikap aliran Islam transnasional yang radikal dan mengkafir-kafirkan kelompok lain terjadi setiap hari. “BMI menaruh keprihatinan yang sangat dalam dengan meningkatnya intoleransi dan makin buruknya harmoni keberagaman berlatar SARA,” kata Antoni Wijaya dalam keterangan pers di Hotel Puri Perdana Kota Blitar, Senin 5 Juni 2017.

Baca juga:
Ikadin: Persekusi Melanggar Semua Prinsip Hukum  


Seorang Remaja di Bekasi Hampir Menjadi Korban Persekusi

Bersama Pengurus Wilayah Gerakan Pemuda Ansor Jawa Timur, Antoni menyatakan siap berada di belakang pemerintah dalam memerangi ormas intoleran. Situasi saat ini membutuhkan intervensi yang kuat dari pemerintah serta ketegasan aparat untuk tak memberi ruang sedikitpun bagi gerakan anti Pancasila.

Sekretaris Pengurus Wilayah GP Ansor Jawa Timur Ahmad Tamim menambahkan gerakan intoleransi saat ini telah berkembang menjadi aksi serius yang mengancam kebebasan berpendapat, berserikat dan berkumpul atau yang popular dengan persekusi. “Bagi GP Ansor dan BMI, persekusi adalah jenis tindak pidana dan negara harus menindak tegas pelakunya karena membuat orang ketakutan,” kata Tamim.

Baca pula:
Wahdah Islamiyah Minta Penanganan Kasus Persekusi Proporsional  


Kasus Persekusi, Polisi Dalami Keterlibatan Teman Facebook PMA  

GP Ansor juga meminta kepada siapapun baik individu, kelompok maupun organisasi masyarakat untuk menghentikan aksi persekusi. Organisasi ini juga mendorong masyarakat untuk tak tinggal diam menghadapi persekusi, upaya terror dan intimidasi yang dilakukan kelompok manapun. Mereka siap mengadvokasi siapapun yang menjadi korban persekusi demi tegaknya penegakkan hukum di Indonesia.

HARI TRI WASONO






Guru di Depok Dinonaktifkan Usai Sindir Rizieq Shihab Soal Holywings, Rekan Kerja Ungkap Kesehariannya

6 Juli 2022

Guru di Depok Dinonaktifkan Usai Sindir Rizieq Shihab Soal Holywings, Rekan Kerja Ungkap Kesehariannya

Rekan kerja guru di Depok yang sindir Rizieq Shihab soal penutupan Holywings kaget mengetahui Eni Rohaeni aktif di medsos.


Dituduh Fitnah Rizieq Shihab, Guru SD di Depok Dipersekusi Netizen

5 Juli 2022

Dituduh Fitnah Rizieq Shihab, Guru SD di Depok Dipersekusi Netizen

Setelah mengalami persekusi akibat cuitannya soal Rizieq Shihab, guru SD itu minta maaf kepada Rizieq dan pengikutnya.


GP Ansor Bakal Konvoi Motor Lagi Malam Ini Jika Holywings Tak Tutup Permanen

25 Juni 2022

GP Ansor Bakal Konvoi Motor Lagi Malam Ini Jika Holywings Tak Tutup Permanen

GP Ansor akan kembali melaksanakan konvoi motor ke sejumlah kafe atau bar milik Holywings Indonesia jika tak tutup permanen.


Tilang Elektronik Blitar Mulai Berlaku, Catat 3 Lokasi Kamera ETLE

29 Desember 2021

Tilang Elektronik Blitar Mulai Berlaku, Catat 3 Lokasi Kamera ETLE

Penerapan ETLE atau tilang elektronik Blitar diharapkan dapat membantu mengurangi pelanggaran lalu lintas. Polres Blitar Kota melakukan persiapan.


Kasus Pelecehan Seksual: Pegawai KPI Masih Sangat Trauma

6 September 2021

Kasus Pelecehan Seksual: Pegawai KPI Masih Sangat Trauma

Kuasa hukum MS, Rony E Hutahaean, menjelaskan kondisi pegawai KPI itu imasih sangat trauma akibat pelecehan seksual dan perundungan bertahun-tahun.


Bentuk Bullying di Kantor, Apa Dampak, dan Cara Menghadapi Rekan Kerja Perisak

3 September 2021

Bentuk Bullying di Kantor, Apa Dampak, dan Cara Menghadapi Rekan Kerja Perisak

Lebih dari 60 juta pekerja pernah mengalami perisakan. Sebanyak 70 persen pelaku bullying adalah laki-laki, dan sisanya perempuan.


Setara Ingatkan Perpres Pencegahan Ekstremisme Tak Jadi Justifikasi Persekusi

18 Januari 2021

Setara Ingatkan Perpres Pencegahan Ekstremisme Tak Jadi Justifikasi Persekusi

Setara Institute mengingatkan aturan mengenai partisipasi masyarakat harus jadi perhatian dalam Perpres Pencegahan Ekstremisme.


Persekusi Anggota Banser NU, Beda Versi Pelaku dan Versi Korban

21 Desember 2019

Persekusi Anggota Banser NU, Beda Versi Pelaku dan Versi Korban

Hendra Aprianto mengaku bahwa insiden dengan dua anggota Banser NU yang terjadi pada Selasa, 10 Desember 2019 dipicu rasa kesal.


Wawancara Eksklusif: Begini Pelaku Persekusi Banser NU Hijrah

20 Desember 2019

Wawancara Eksklusif: Begini Pelaku Persekusi Banser NU Hijrah

Pelaku persekusi terhadap dua anggota Banser NU, Hendra Aprianto, mengaku sudah cukup lama bergabung dengan organisasi masyarakat atau ormas.


Wawancara Eksklusif: Kisah Pelaku Soal Awal Persekusi 2 Banser NU

20 Desember 2019

Wawancara Eksklusif: Kisah Pelaku Soal Awal Persekusi 2 Banser NU

Derseragam baju tahanan, Hendra Aprianto menceritakan detik-detik perisakan yang dia lakukan terhadap 2 anggota Banser NU di Depok kepada Tempo.