Detik-detik Gunung Marapi Meletus dan Penyelamatan 8 Pendaki

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gunung Marapi mengeluarkan abu vulkanik terlihat dari kota Bukittinggi, Sumbar, Selasa (29/10). ANTARA/Iggoy el Fitra

    Gunung Marapi mengeluarkan abu vulkanik terlihat dari kota Bukittinggi, Sumbar, Selasa (29/10). ANTARA/Iggoy el Fitra

    TEMPO.CO, Padang - Kepala Kepolisian Resor Padang Panjang Ajun Komisaris Besar Cepi Noval menjelaskan penyelamatan 8 pendaki saat detik-detik Gunung Marapi meletus di Sumatera Barat, Senin, 5 Juni 2017. Berawal dari info sebanyak 16 orang mendaki Gunung Marapi pada Sabtu 3 Juni sekitar pukul 06.00 WIB.

    Pada Ahad 4 Juni 2017, sekitar pukul 10.10 WIB, Gunung Marapi meletus. Salah satu gunung api aktif itu mengeluarkan abu vulkanik setinggi 300 hingga 700 meter. "Kami mendapatkan informasi dari masyarakat pada Ahad 4 Juni 2017 sekitar pukul 11.00 WIB, ada 16 pendaki yang tersesat di Gunung Marapi," kata Cepi.

    Baca juga: Gunung Marapi Meletus, 8 Pendaki Ditemukan dan 1 Masih Hilang  

    Gunung Marapi pertama kali meletus pukul 10.10 WIB pada Ahad lalu dengan mengembuskan abu vulkanik setinggi 300 hingga 400 meter. Kemudian disusul pada pukul 10.22 WIB ketinggian abu vulkanis 600 hingga 700 meter.

    Letusan ketiga pada pukul 10.46 WIB dengan ketinggian abu 400 meter. Letusan kedua merupakan yang terkuat.

    Kepolisian pun berkoordinasi dengan penjaga Pos Gunung Marapi. Pengelola melakukan penjemputan, karena adanya letusan Gunung Marapi.

    Pada pukul 21.45 WIB, tujuh pendaki berhasil turun dari gunung. Informasi yang dihimpun, mereka terpencar setelah adanya letusan Gunung Marapi.

    Sedangkan sembilan orang lainnya masih tersesat di sekitar puncak Gunung Marapi. Berikut sembilan pendaki yang tersesat terebut:

    1. Agus Salim, 24 tahun
    2. Sarul, 17
    3. Yusuf, 22
    4. Nanda, 23
    5. Rahmat, 23
    6. Rolen, 17
    7. Herman, 40
    8. Abdul Mukni, 24
    9. Yandri, 15 Thn, Minang, Pelajar SMP, Alamat Pulau Inggu Kec. Benai Kab. Kuansing.

    Pada pukul 22.00 WIB, sekitar 23 tim SAR gabungan ditugaskan untuk melakukan evakuasi korban. Mereka berasal dari Polres Padang Panjang, Brimob, BPBD, PMI dan tiga orang relawan.

    Pada pukul, 01.30 WIB, pencarian belum menemukan hasil dan akan dilanjutkan Senin 5 Juni 2017. Berdasarkan radio PMI, tim sudah berada di sekitar batu cadas untuk istirahat.

    Setelah makan sahur, pencarian dilanjutkan. Tim SAR gabungan berhasil menemukan delapan orang pendaki yang sedang berada tak jauh dari puncak gunung, tepatnya di Taman Edelweis, Senin 5 Juni 2017 sekitar pukul 09.00 WIB. Mereka ditemukan dalam kondisi lemah.

    Namun, satu orang atasnama Yandri, tidak berhasil ditemukan. Pria berumur 15 tahun itu terpisah dari delapan orang pendaki saat Gunung Marapi meletus.

    ANDRI EL FARUQI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kerusuhan Manokwari, Bermula dari Malang Menjalar ke Sorong

    Pada 19 Agustus 2019, insiden Kerusuhan Manokwari menjalar ke Sorong. Berikut kilas balik insiden di Manokwari yang bermula dari Malang itu.