Dituduh Plagiat, Afi Nihaya: Saya Tak Bisa Buktikan Itu Tak Benar  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Afi Nihaya Faradisa. facebook.com

    Afi Nihaya Faradisa. facebook.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Asa Firda Nihaya atau Afi Nihaya, remaja putri asal Banyuwangi yang tulisannya viral di media sosial, menanggapi tudingan melakukan plagiarisme. Ia dituduh menyalin tulisan Mita Handayani yang diunggah pada 30 Juni 2016.

    "Saya tidak bisa membuktikan bahwa itu tidak benar. Jika pun saya menyangkal, saya tidak bisa membuktikan karena akun lama saya down," kata Afi dalam diskusi Dunia Literasi Kita Dampaknya bagi Ekonomi Berkeadilan di kantor Tempo, Jakarta, Senin, 5 Juni 2017.

    Baca juga: Pesan Kebangsaan Afi Nihaya Penulis Warisan

    Afi mengatakan banyak orang membenci tulisannya yang paling viral di media sosial dan mencari-cari kesalahannya. Dengan banyaknya pihak yang kontra, Afi menilai bahwa mereka berusaha menyerangnya dengan berbagai cara, termasuk hal yang tidak bisa ia buktikan.

    "Jika saya tidak bisa membuktikan, baiklah, saya tidak sempurna. I'm not perfect, I'm so sorry. Saya tidak bisa memenuhi ekspektasi Anda ada anak 18 tahun sempurna seperti malaikat tanpa cela," ujarnya.

    Tulisan Afi yang dituding hasil plagiarisme berjudul "Belas Kasih dalam Agama Kita". Dalam tulisan yang diberi tanda hak paten atas namanya itu dianggap bukan karya asli remaja 18 tahun tersebut, lantaran memiliki kesamaan dengan tulisan milik Mita Handayani yang berjudul "Agama Kasih". Mita mempublikasikan tulisannya itu pada 30 Juni 2016.

    Tudingan itu bermula dari tulisan seorang netizen bernama Pringadi Abdi Surya di blog Kompasiana, pada Rabu, 31 Mei 2017. Tulisan berjudul "Drama 'Dugaan' Plagiarisme Afi Nihaya Fardisa", Pringadi menilai tulisan Afi lainnya, seperti "Warisan" juga ditengarai memiliki roh yang sama dengan narasi sebuah video viral yang diterjemahkan Mita.

    Afi mulai dikenal setelah tulisannya berjudul "Warisan" menghebohkan dunia maya. Ia menuturkan, menjadi terkenal itu tidak mudah, termasuk bagi orang bermental kuat. Masyarakat, kata dia, menganggap orang terkenal itu sebagai pribadi yang sempurna.

    "Kita berjuang menanggung itu. Haters selalu ada, itu negatifnya. Positifnya saya bisa lebih banyak kirim pesan. Setelah terkenal, saya akan terus menulis seperti biasa. Saya tidak akan berhenti hanya karena sebagian orang yang iri," ucap Afi Nihaya.

    FRISKI RIANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jokowi Beberkan RAPBN 2020, Tak Termasuk Pemindahan Ibu Kota

    Presiden Jokowi telah menyampaikan RAPBN 2020 di Sidang Tahunan MPR yang digelar pada 16 Agustus 2019. Berikut adalah garis besarnya.